Ratusan Pegawai Pemkot Jogja Dirotasi

Ilustrasi PNS. - JIBI
26 Mei 2018 10:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Walikota Jogja Haryadi Suyuti melakukan penataan besar-besaran pada Jumat (25/5/2018). Ratusan aparat sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja dirotasi.

Dari sebanyak 295 orang ASN yang ditata sebagian besar dirotasi. Jumlahnya mencapai 181 pegawai. Hanya 109 pegawai saja yang mendapatkan promosi jabatan. Adapun sisanya, sebanyak lima pegawai ditetapkan sebagai Kepala UPT Puskesmas.

Ini penataan ASN terbanyak yang dilakukan Haryadi sejak dilantik pada 22 Mei tahun lalu. "Penataan ini biasa. Jangan dipikirkan macam-macam. Ini bagian dari penyegaran organisasi," kata Haryadi usai pelantikan.

Menurutnya, baik promosi maupun rotasi itu bagian dari dinamika yang harus dilakukan pemerintah. Setahun terakhir, katanya, banyak jabatan di kelurahan dan kecamatan yang mengalami kekosongan akibat pegawai pensiun. Padahal ke depan program yang diampu oleh wilayah semakin besar. "Ini seiring dengan kebijakan pelimpahan sebagian wewenang kepala daerah ke kecamatan dan kelurahan," katanya.

Di hadapan para pejabat baik camat, lurah, kepala bidang hingga kepala sub bagian yang baru dilantik, Haryadi mengingatkan sumpah jabatan yang wajib dipatuhi.

Dia memprioritaskan pengisian jabatan di kecamatan dan kelurahan guna memperkuat kewilayahan. "Di manapun bertugas, harus segera beradaptasi dan bekerja dengan baik. Fokus pada tanggungjawab yang sudah diberikan," pintanya.

Eselon II

Selain penataan pegawai eselon III dan IV kemarin, Pemkot masih memiliki  pekerjaan rumah untuk pengisian pejabat eselon II di sejumlah SKPD. DPRD Jogja bahkan sering mendesak agar Pemkot segera mengisi pejabat definitif dan tidak menyepelekan kekosongan 13 jabatan tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Jogja Maryoto mengatakan, pengisian jabatan eselon II akan diawali dengan pembentukan tim panitia seleksi (pansel). Tim pansel terdiri dari dua bidang, yakni untuk urusan rotasi dan seleksi atau promos. Menurutnya, pengkajian kedua bidang itu membutuhkan waktu yang relatif panjang.

"Saat ini Pemkot masih dalam proses pembentukan tim pansel. Kalau sudah dibentuk kami lakukan seleksi secara terbuka," katanya.