Kisah Disabilitas: Berawal dari Servis, Kini Miliki Toko Elektronik
Pasangan suami istri penyandang disabilitas, Wahyu Slamet, 45, dan Nunung Prihatini, 41, kini berhasil memiliki toko elektronik sekaligus membangun rumah
Ilustrasi./Telegraph
Harianjogja.com, BANTUL--Sepasang remaja yang diketahui masih sekolah dipaksa sejumlah warga untuk berbuat mesum dan menjadi tontonan di kawasan Pantai Gua Cemara, Gadingsari, Sanden, Bantul. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Polsek Sanden.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (25/6/2018) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Sepasang remaja asal Kecamatan Sewon dan Kasihan yang masih tercatat sebagai pelajar SMA itu main di Gua Cemara hingga pojok paling barat, tepatnya bagian semak-semak.
Menurut Kapolsek Sanden AKP Riwanto, ternyata sepasang remaja itu dikuntit empat pemuda warga Sanden dan Srandakan. Keempat pemuda itu mengintip apa yang dilakukan dua remaja tersebut. "Kemudian menyuruh anak itu [korban] untuk mempraktikkan kembali apa yang sudah dilakukan dan ditonton warga," kata Riwanto, saat dihubungi Rabu (27/6/2018).
Diduga karena takut, korban menuruti perintah keempat warga untuk melakukan tindakan tidak senonoh tersebut dan menjadi tontonan. Kasus tersebut sempat membuat warga sekitar Gua Cemara dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat geram dan melaporkannya ke polisi.
Masyarakat geram bukan karena perbuatan asusila sepasang remaja, tetapi terhadap ulah keempat pemuda yang memaksa sepasang remaja beradegan tidak senonoh dan menjadi tontonan.
Riwanto mengatakan kasus tersebut meluas menjadi bahan keributan antara keempat pemuda dan warga. Warta merasa tercoreng dengan ulah keempat pemuda tersebut.
"Akhirnya kami membuat surat pernyataan perdamaian antara keempat pemuda dan warga," ujar Riwanto. Sementara untuk kasus persekusi, dikatakan Kapolsek, belum ditindaklanjuti karena korban atau sepasang remaja hingga Rabu (27/5/2018) belum melapor ke polisi.
Polisi sempat memanggil sepasang remaja itu untuk membuat laporan bersamaan dengan proses perdamaian keempat pemuda dan warga, tetapi korban tidak datang. Hingga Rabu siang korban tidak kunjung melapor.
Petugas keamanan Pantai Gua Cemara, Mujana mengatakan terpaksa membawa empat pemuda ke Polsek karena tindakannya sudah mencorong pantai yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. "Kami merasa tercoreng. Itu orang luar semua bukan warga Sanden," ujar Mujana.
Mujana mengatakan keempat pemuda tersebut sengaja mengintip sepasang remaja yang sedang berpacaran. Mujana yakin aksi persekusi itu hanya dilakukan empat pemuda yang diklaim bukan warga Sanden. Warga sekitar diakui dia justru marah dan mengutuk perbuatan keempat remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasangan suami istri penyandang disabilitas, Wahyu Slamet, 45, dan Nunung Prihatini, 41, kini berhasil memiliki toko elektronik sekaligus membangun rumah
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Rabu 3 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Berangkat pertama pukul 05.05 WIB.
Dasco menilai Nanik S. Deyang pilihan tepat memimpin BGN dan mengapresiasi keputusan Prabowo merombak pimpinan Badan Gizi Nasional.
Indro Warkop merilis lagu "Dan Aku Rindu" untuk mengenang Dono, Kasino, Nanu, dan Rudy Badil. Lagu ini menjadi soundtrack film Warkop DKI: Viralin Dong!.
Inflasi DIY Mei 2026 mencapai 0,15% secara bulanan dan 2,77% tahunan. Kenaikan dipicu tarif angkutan udara, LPG, dan harga cabai.
Audit internal BGN masih berlangsung usai pergantian pimpinan. Pemerintah akan mengumumkan hasil evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.