Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Suasana diskusi Peran Pemuda Dalam Membangun Desa di Kampung Mataraman, Sewon, Bantul, Sabtu (8/9/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL -- Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Indonesia menyebut dari 27.067 BUMDes hanya sekitar 10% yang usahanya jalan. Sisanya tidak jalan, dan ada yang jalan tetapi tidak memberikan keuntungan.
Demikian diungkapkan Sekjen Forum BUMDes Indonesia Rudy Suryanto saat meresmikan Taruna Desa di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (8/9/2018).
"Desa sebenarnya tidak miskin potensi tetapi persoalan utama adalah sumber daya manusia [SDM]. Pengelola BUMdes butuh orng-orang yang kreatif agar produknya di terima masyarakat," kata Rudy.
Menurut dia, modal bukan menjadi persoalan dalam pengelolaan BUMDes, karena desa sudah digelontor dana desa yang cukup besar dan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan BUMDes. Namun dana dan sarana menjadi percuma jika pengelolanya tidak kreatif dan tidak memahami bisnis.
Karena itu pihaknya sengaja membuka Taruna Desa sebagai ajang komunikasi para pemuda desa calon pengurus BUMDes dan menjadi sekolah manajemen BUMDes. Dalam forum tersebut Rudy mengaku menghadirkan juga para pengelola BUMDes yang dianggap sukses, di antaranya BUMDes di Desa Nglanggeran Gunungkidul, BUMdes di Ponggok, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, dan BUMDes Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul.
"Tahap awal ini kami latih lima orang menjadi Taruna Desa dari total 200 orang yang mengajukan. Kami pilih pemuda-pemuda yang benar-benar ingin mengelola potensi dengan mengajukan proposal," ujar Rudy.
Ia berharap para Taruna Desa ke depan semakin banyak dan menjadi agen perubahan di desanya masing-masing. Dengan demikian, peran BUMDes nantinya dapat merekrut banyak pegawai sehingga dapat mengurangi pengangguran.
Pengelol BUMDes Tirta Mandiri, Ponggok, Polanharjo, Klaten, Joko Winarno mengatakan awal berdiri BUMDes Tirta Mandiri hanya mengelola potensi air. BUMDes yang didirikan pada 2009 lalu itu sempat merugi selama dua tahun, selanjutnya dapat menghasilkan. Bahkan omzet pada 2017 lalu mencapai Rp13,4 miliar dalam setahun.
Unit usaha pun semakin bertambah. Selain potensi air ada kuliner, wisata, perikanan, persewaan kios, persewaan gedung, jasa, simpan pinjam, dan rental mobil. "Total ada 82 karyawan yang semuanya adalah warga Desa Ponggok," kata Joko.
Selain dapat memberdayakan pemuda, keberadaan BUMDes di Ponggok ini dapat memberikan manfaat dengan membantu menanggung iuran BPJS bagi 350 warga yang belum tertanggung, hingga memberikan beasiswa kepada warga yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Menurut Joko dalam mengelola BUMDes persoalan utama adalah menyatukan visi misi antara pengelola, perangkat desa, dan masyarakat. Karena keberadaan BUMDes sangat tergantung perhatian dari pemerintah desa. "Pertama butuh orang serius untuk mengelola, kedua perhatian pemerintah dan perangkat desa," ujar Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.