Soal Polemik Tambang Batu di Bukit Mengger, Bupati Belum Berani Ambil Sikap

Warga sedang menambang batu di bukit Mengger sisi utara di Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 Oktober 2018 14:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab memilih untuk pasif dalam menyikapi polemik penambangan tak berizin di Bukit Mengger, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Bupati Bantul Suharsono mengaku hingga kini belum berani mengambil tindakan apapun. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

Selain urusan penambangan kini sepenuhnya ada di tangan pemerintah provinsi, status lahan di Bukit Mengger yang ditambang oleh warga itu adalah lahan Sultan Grond.

"Karena lahan itu adalah lahan Sultan Grond, maka itu adalah milik Kasultanan. Jadi yang berhak menginstruksikan langkah selanjutnya ya Sri Sultan HB X," kata Suharsono saat ditemui Harianjogja.com di Rumah Dinas Bupati Bantul, Selasa (16/10/2018).

Dikatakan Suharsono, Sultan pernah menyebut jika aktivitas yang dilakukan penambang itu tidak berizin dan tidak memperhatikan faktor keselamatan kerja. "Contohnya dulu penertiban gumuk pasir ya langsung saya ratakan sesuai instruksi Gubernur DIY," kata dia.