Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemkab Gunungkidul sudah mengembangkan sistem informasi desa (SID) sejak 2013 lalu. Meski demikian, hingga saat ini keberadaan situs web milik desa belum optimal.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, seluruh desa di Gunungkidul sudah memiliki SID yang tersaji dalam web desa. Meski demikian, dia mengakui belum semua desa aktif melakukan pengelolaan. Ini lantaran, dari 144 desa, yang terpantau sangat aktif baru 25%, aktif 40%. Sedang sisanya yang 35%, keberadaannya masih kurang aktif atau masih butuh peningkatan.
“Secara umum memang masih butuh peningkatan agar SID dapat berfungsi dengan maksimal,” kata Immawan di akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, adanya beberapa kendala yang membuat SID masih belum optimal. Selain masalah kondisi jaringan di beberapa titik, faktor sumber daya manusia juga ikut berpengaruh. Oleh karenanya di dalam pemanfaatan terus diberikan pendampingan sehingga fungsi SID dapat optimal.
“Harus terus diberikan motivasi dan pendampingan secara berkelanjutan,” katanya.
Immawan menuturkan, keaktivan dalam mengelola SID dapat terlihat dalam isi yang ditampilkan dalam web yang dimiliki desa. Menurut dia, pembaharuan informasi menjadi salah satu tolok ukur dalam pengelolaan.
“Kalau informasinya terus diperbarui maka desa tersebut aktif. Desa-desa yang aktif mengelola bisa dilihat di Sawahan, Kecamatan Ponjong atau di Desa Karangmojo, Karangmojo,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono. Menurut dia, keberadaan SID di desa masih butuh ditingkatkan karena hal tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pemkab untuk melaksanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Drajad mengungkapkan, keberadaan SID sangat penting. Selain untuk menampilkan potensi yang dimiliki desa, laman tersebut juga berfungsi sebagai penyaji data seperti tentang jumlah penduduk hingga keberadaan jumlah warga miskin di wilayah setempat.
“Harapannya dengan SID data yang disajikan benar-benar valid karena prosesnya melibatkan masyarakat yang tahu bagaimana kondisi di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan, pemkab saat ini terus mendorong agar desa terus melakukan perbaikan terhadap isi data dalam SID sehingga masyarakat bisa tahu perkembangan yang ada di desa. “Ini sangat penting karena apa yang disajikan sudah terkoneksi dengan web milik kecamatan maupun kabupaten. Untuk meningkatkan dalam proses pengelolaan, pemkab sudah menyiapkan lomba SID sehingga bisa memberikan motivasi agar desa terus melakukan update informasi di laman yang dimiliki,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.