Mulai Hari Ini, Stand Up Hutan 2018 di Mangunan Dimulai

Penggagas Stand Up Hutan, Anang Batas (tengah) bersama Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dispar DIY, Aria Nugrahadi (kanan) saat jumpa pers, Kamis (22/11/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
23 November 2018 16:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 60 komika yang merupakan jebolan dari berbagai ajang pencarian bakat stand up comedy (komedi tunggal) siap memeriahkan Stand Up Hutan 2018. Dalam acara yang digelar di Kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul itu, para komika (pelawak tunggal) dan penonton akan berbaur serta berkemah bersama selama tiga hari mulai Jumat (23/11/2018) sampai Minggu (25/11/2018).

Selain sebagai hiburan, acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tersebut juga jadi ajang promosi objek wisata, khususnya wisata sekitar Mangunan dan berbagai potensinya. “Pasalnya, acara ini akan menghadirkan setidaknya 2.000 penonton yang sebagian besar berasal dari luar DIY,” kata Penggagas Stand Up Hutan 2018, Anang Batas dalam jumpa pers di Warung Makan Mr. Sambal, Manding, Bantul, Kamis (22/11).

Anang mengatakan Stand Up Hutan merupakan acara yang menampilkan banyak komika untuk berunjuk skill melawak di lokasi yang tak biasa. Umumnya, kata dia, stand up comedy di gelar di ruang tertutup, namun kali ini digelar terbuka dan bersatu dengan alam.

"Hutan dipilih karena memiliki suasana yang teduh dan nyaman untuk bersantai, sehingga penonton dapat menikmati stand up comedy dengan suasana yang berbeda," kata Anang.

Dia mengaku, sebelumnya juga sukses mengelar Stand Up Gunung di Sleman. Dia memang ingin mengajak para komika untuk tampil berbeda dari yang biasanya. “Jika biasanya mereka tampil di dalam gedung, kini mereka ditantang untuk tampil di ruang terbuka dan bisa bercengkrama lebih dekat dengan para penonton,” kata pelawak yang terkenal dengan ujaran pelesetannya itu.

Dia mengatakan dalam Stand Up Hutan nantinya ada tiga sesi pertunjukan selama tiga hari dua malam. Selebihnya penonton dan komika bisa mengeksplorasi alam sekitar penyelenggaraan acara. Meski acara digelar di hutan, namun materi lawakan tidak akan dibatasi. “Karena ini musimnya hujan, kami juga sudah menyiapkan banyak jas hujan dan payung, sehingga meski turun hujan acara akan tetap terlaksana,” kata dia.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dispar DIY, Aria Nugrahadi mengatakan jumlah penonton yang sudah mendaftar sampai hari kemarin sudah mencapai lebih dari 1.500 orang, sekitar 80 persennya berasal dari luar DIY. Dia memperkirakan jumlah penonton bakal terus bertambah, lantaran harga tiket masuk masih bisa dibuka sampai acara dimulai.

Dia berharap Stand Up Hutan bisa lebih mengenakan objek wisata Mangunan, sehingga ke depannya mampu menarik lebih banyak wisatawan serta bisa menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. "Bukan hanya hutan pinus yang dikenal tapi potensi wisata dan pendukung wisata kuliner dan kerajinan juga bisa bagian terkena dampak dari acara ini," kata Aria.