Pembangunan Masjid di Kawasan Relokasi Belum Beres

Suasana Masjid Al Hidayah, Dusun Kragon II, Desa Palihan, Rabu (25/7 - 2018). Harian Jogja/Uli Febriarni
23 November 2018 21:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Nazir Masjid Al Hidayah menyebut masih ada sejumlah kekurangan dalam penyelesaian pembangunan masjid di kawasan relokasi terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Saat ini nazir mengajukan proposal permohonan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada PT Angkasa Pura I (PT AP I).

Nazir Masjid Al Hidayah, Muslihudin Sukardi, mengungkapkan nilai dana yang diajukan di dalam proposal mencapai Rp800 juta dan akan digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana masjid, misalnya pembangunan pagar, serambi, tempat wudu, pengadaan pengeras suara dan karpet. "Tetapi sampai sekarang belum ada respons lebih lanjut. Nanti setelah ada penyerahan aset masjid, kami akan menggunakan barang yang lama dulu," kata dia, Jumat (23/11/2018).

Ia menjelaskan barang-barang dari masjid yang lama dan akan dipindahkan ke masjid baru. Barang-barang itu antara lain karpet, pengeras suara, dan beberapa barang lain yang dalam proses sebelumnya tidak masuk penilaian appraisal.

Kendati masih membutuhkan sejumlah pelengkap, secara umum bangunan fisik masjid yang baru sudah selesai dibangun. Namun warga belum berani menggunakan masjid itu untuk beribadah karena belum ada serah terima aset. "Bangunan sudah dilengkapi instalasi air, listrik, lantai berkeramik, eternit juga sudah terpasang. Sampai sekarang belum ada pembicaraan lagi dari PT AP I," ujarnya.

Pimpinan Proyek New Yogyakarta International Airport PT AP I, Taochid Purnama Hadi, mengaku belum mengetahui lebih lanjut perihal progres pembangunan masjid Al Hidayah di kompleks relokasi. Selain itu PT AP I masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak perihal rencana perobohan masjid Al Hidayah lama yang berada di Dusun Kragon II, Desa Palihan. "Namun untuk serah terima [aset] masjid baru, segera dilakukan kepada nazir dan takmir, nanti kalau pembangunan sudah selesai, supaya bisa digunakan untuk beribadah," kata dia.