Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Seorang pengendara melintas di rambu-rambu peringatan tentang pembangunan cor blok menuju Embung Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Kamis (29/11/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Nglipar masih ditutup karena adanya proses perbaikan jalan menuju ke kawasan embung. Rencananya objek wisata buatan ini akan dibuka lagi pada akhir Desember mendatang.
Salah seorang warga Dusun Wotgaleh, Pilangrejo, Sukadi mengatakan, penutupan embung dilakukan sejak pertengan September lalu. Hal ini dilakukan karena adanya perbaikan jalan menuju ke lokasi embung.
“Jalannya ditutup karena ada pengecoran. Jadi untuk sementara kendaraan belum bisa sampai di atas [Embung Sriten],” katanya kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).
Menurut dia, pengecoran jalan yang dilakukan pemerintah adalah sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan pariwisata di kawasan embung. Salah satunya untuk menunjang kelancaran akses bagi para pengunjung. “Sebagai warga kami senang karena jalan yang dimiliki bisa lebih baik,” tuturnya.
Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo mengatakan, pengeceoran jalan sudah memasuki tahapan penyelesain. Untuk fisik, pembangunan sudah sampai di kawasan embung dan tinggal menyelesaikan sedikit pekerjaan. “Masih buat berem-berem di sisi kanan-kiri jalan yang dicor,” katanya.
Menurut dia, adanya proses perbaikan jalan maka untuk sementara objek wisata Embung Batara Sriten ditutup sementara waktu. Rencananya setelah pembangunan selesai akan dibuka kembali untuk umum pada 29 Desember mendatang.
“Penutupan dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Apalagi jalan yang dibangun merupakan satu-satunya akses ke embung. Warga di Dusun Ngangkruk dan Sriten juga terpaksa harus jalan kaki pada saat pengerjaan berlansung,” tutur Sunaryo.
Ia berharap akses menuju embung yang semakin baik dapat berdampak terhadap pengembangan sektor pariwisata yang lebih baik lagi. “Mudah-mudahan juga bisa memberikan dampak yang baik terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar embung melalui pengembangan sektor kepariwisataan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, proses pembangunan cor blok menuju Embung Sriten dapat selesai tepat waktu. Total jalan yang dibangun sepanjang 6,5 kilometer dan dengan alokasi anggaran sekitar Rp7 miliar.
“Sudah hampir selesai karena cor blok sudah selesai dibangun hingg atas,” katanya.
Menurut dia, pembangunan adalah bentuk komitmen dari pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan embung. “Ya kalau jalannya baik, akan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan sehingga jumlah kunjungan bisa meningkat,” ujar Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.
Kementerian Pariwisata mencatat makanan lokal mulai langka dan 45% berpotensi punah. Sego golong hingga dawet sambel perlu dilestarikan.
Tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand telah terjual lebih dari 55 ribu kursi hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.