Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Seorang pengendara melintas di rambu-rambu peringatan tentang pembangunan cor blok menuju Embung Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Kamis (29/11/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Nglipar masih ditutup karena adanya proses perbaikan jalan menuju ke kawasan embung. Rencananya objek wisata buatan ini akan dibuka lagi pada akhir Desember mendatang.
Salah seorang warga Dusun Wotgaleh, Pilangrejo, Sukadi mengatakan, penutupan embung dilakukan sejak pertengan September lalu. Hal ini dilakukan karena adanya perbaikan jalan menuju ke lokasi embung.
“Jalannya ditutup karena ada pengecoran. Jadi untuk sementara kendaraan belum bisa sampai di atas [Embung Sriten],” katanya kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).
Menurut dia, pengecoran jalan yang dilakukan pemerintah adalah sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan pariwisata di kawasan embung. Salah satunya untuk menunjang kelancaran akses bagi para pengunjung. “Sebagai warga kami senang karena jalan yang dimiliki bisa lebih baik,” tuturnya.
Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo mengatakan, pengeceoran jalan sudah memasuki tahapan penyelesain. Untuk fisik, pembangunan sudah sampai di kawasan embung dan tinggal menyelesaikan sedikit pekerjaan. “Masih buat berem-berem di sisi kanan-kiri jalan yang dicor,” katanya.
Menurut dia, adanya proses perbaikan jalan maka untuk sementara objek wisata Embung Batara Sriten ditutup sementara waktu. Rencananya setelah pembangunan selesai akan dibuka kembali untuk umum pada 29 Desember mendatang.
“Penutupan dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Apalagi jalan yang dibangun merupakan satu-satunya akses ke embung. Warga di Dusun Ngangkruk dan Sriten juga terpaksa harus jalan kaki pada saat pengerjaan berlansung,” tutur Sunaryo.
Ia berharap akses menuju embung yang semakin baik dapat berdampak terhadap pengembangan sektor pariwisata yang lebih baik lagi. “Mudah-mudahan juga bisa memberikan dampak yang baik terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar embung melalui pengembangan sektor kepariwisataan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, proses pembangunan cor blok menuju Embung Sriten dapat selesai tepat waktu. Total jalan yang dibangun sepanjang 6,5 kilometer dan dengan alokasi anggaran sekitar Rp7 miliar.
“Sudah hampir selesai karena cor blok sudah selesai dibangun hingg atas,” katanya.
Menurut dia, pembangunan adalah bentuk komitmen dari pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan embung. “Ya kalau jalannya baik, akan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan sehingga jumlah kunjungan bisa meningkat,” ujar Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.