Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo akan memberikan bantuan 750 unit jamban sehat secara swadaya pada masyarakat di tahun ini. Setiap penerima bantuan bakal diberikan Rp1,5 juta untuk membangun satu unit jamban.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kulonprogo Slamet Riyanto mengatakan Dinkes mengucurkan bantuan jamban sehat untuk mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“Bantuan jamban sehat itu akan diberikan bagi setiap kepala keluarga yang mengajukan proposal bantuan. Nantinya dikordinasikan dengan desa,” katanya, Jumat (1/2/2019). Setiap penerima satu unit jemban sehat akan diberikan Rp1,5 juta. Pembangunannya dilakukan secara swadaya sedangkan sebelumnya akan ada verifikasi terhadap calon penerima bantuan.
Sebelum diberikan bantuan, penerima biasanya mengajukan proposal yang difasilitasi desa. Dalam satu tahun terkadang jumlah permohonan bantuan bisa sampai 1.000 unit. Lalu, penerima akan secara berurutan mendapat bantuan. KK yang tidak kebagian jatah 750 unit jamban sehat dari Pemkab, biasanya juga dapat dari Bantuan Keuangan Khusus.
Dinkes Kulonprogo akan mulai menggelar verifikasi pada Maret. Lalu di Juli, pencairan ditargetkan sudah mulai dilakukan. Di Kulonprogo, jumlah KK yang belum mempunyai jamban ada sekitar 5% namun yang belum mempunyai jamban itu masih bisa mengakses jamban ke KK lainnya atau bisa juga ikut ke fasilitas umum.
Sebagai upaya menerapkan program STBM di Kulonprogo, Dinkes sudah mendeklarasikan lima pilar STBM di dua desa, yaitu Desa Kaliagung, Sentolo, Desa Kulwaru, Wates. Sebanyak lima pilar STBM antara lain stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Kepala Desa Kaliagung Suwito mengatakan sebelum deklarasi lima pilar STBM dilakukan, ada verifikasi terlebih dahulu untuk melihat kesiapan penerapan lima pilar tersebut. “Memang tidak 100 persen semua pilar sudah tertangani. Adapun, deklarasi merupakan bentuk komitmen awal untuk menerapkan lima pilar STBM itu,” kata Suwito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna
Sharp meluncurkan Phantom Series dan Core Blast Series dengan fitur audio premium dan portabel untuk kebutuhan hiburan di rumah maupun outdoor.
Harga biodiesel Oktober 2026 naik menjadi Rp15.072 per liter, sedangkan HIP bioetanol turun menjadi Rp11.604 per liter.
KAI Daop 6 Yogyakarta menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni dalam rangka HUT ke-81 KAI.