Wisatawan Tak Disarankan Kemah di Klangon Karena Ini

Pemandangan awan di langit Jogja dari objek wisata Klangon di lereng Merapi, di Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu(9/2/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
10 Februari 2019 04:37 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Wisatawan di objek wisata Bukit Klangon tidak disarankan untuk kemah atau camping pada malam hari guna melihat pemandangan lava pijar Gunung Merapi.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, Agus Budi Santoso mengatakan jarak Klangon dari puncak Merapi yang hanya sekitar 4,5 kilometer (km) merupakan jarak yang terhitung dekat. Kalau wisatawan berkunjung siang hari, situasi masih bisa dikatakan aman. Hanya saja, sebaiknya hindari beraktivitas di kawasan tersebut pada malam hari.

"Kami tidak menyarankan camping untuk lava view. Terlalu dekat [jaraknya] dan kalau malam suasananya tidak kondusif bila kemudian harus menyelamatkan diri," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).

Ia mengakui, memang setelah awan panas yang turun beberapa hari lalu, dari aktivitas sebanyak 136 kali guguran selanjutnya berangsur turun. Namun BPPTKG belum bisa memprediksi apakah aktivitas ini ke depan akan terus mengalami penurunan. Hanya saja secara umum dapat dikatakan, aktivitas erupsi Merapi terpantau fluktuatif tapi cenderung naik.

Pemilik sebuah warung di Bukit Klangon, Peni Triyatiningsih mengungkapkan kendati status Gunung Merapi terhitung semakin aktif beberapa hari belakangan, tidak ada perubahan berarti dari segi jumlah pengunjung. Bahkan pada akhir pekan, pengunjung lebih banyak dibanding hari biasa, terutama didominasi anak muda.

"Apalagi yang camping, mereka ingin lihat lava pijar. Kalau pengunjung biasa, mereka datang, ke warung duduk-duduk. Kalau ada lava turun, nanti mereka keluar untuk menonton 'Itu muncul keluar [lavanya]'," ujarnya.

Seorang wisatawan asal Gedongkuning, Jogja, Panggih mengatakan Bukit Klangon adalah salah satu tujuan wisata bagi keluarganya, yang menawarkan pemandangan Gunung Merapi lebih jelas. Karena selama ini, mereka belum pernah melihat langsung aktivitas Merapi dari jarak dekat.

"Kami sering lihat gambar saja, coba main ke Klangon supaya lebih jelas, tetapi malah tertutup kabut. Selain itu, karena belum pernah ke sini," kata dia.