Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Tersangka pencabulan anak kandung saat digelandang di Mapolres Bantul, Kamis (14/2/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul menangkap FL, 30, warga dari salah satu desa di wilayah Kecamatan Pleret, Bantul, di rumahnya. FL diduga telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 2,5 tahun atau balita berinisial FP.
Peristiwa pencabulan yang dilakukan FL terjadi pada Jumat (18/1/2019) siang, namun baru dilaporkan ke polisi dua hari kemudian. "Setelah kami lakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, dan hasil visum menunjukan adanya dugaan tindak pidana pencabulan maka kami bawa paksa FL dan kami tetapkan sebagai tersangka, tadi malam [kemarin]," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Kamis (14/2/2019).
Rudy mengatakan pencabulan itu pertama kali terungkap oleh S atau ibu korban, yang tidak lain adalah istri dari tersangka. Selepas pulang mengajar ibu korban heran karena anaknya menangis. Selain itu di bagian tangan korban juga terlihat ada luka lecet.
Setelah dilakukan pendekatan akhirnya korban menceritakan bahwa alat kemaluannya sakit setelah dicabuli oleh ayahnya sendiri menggunakan jari tangan. Ibu korban kemudian membawanya ke rumah sakit untuk periksa, lalu melapor polisi.
Rudy mengatakan saat ini korban bersama ibunya sedang dalam pendampingan untuk pemulihan psikisnya. Pihaknya juga belum bisa mendapat keterangan sudah berapa kali tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka. Yang pasti, tindakan pencabulan itu terungkap saat istri tersangka tidak ada di rumah karena bekerja.
Selama ini tersangka memang lebih sering di rumah dan mengasuh anaknya, "Ibu korban percaya karena sehari-harinya korban diasuh oleh tersangka," kata Rudy. Ia menambahkan bahwa FP merupakan anak pertama pasangan FL dan S.
Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan satu buah pakaian warna pink dan satu potong celana pendek warna pink bergambar goofy. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang RI Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman dalam pasal tersebut paling lama 15 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejagung menyebut Febrie Adriansyah masih menerima 50% gaji pokok setelah dinonaktifkan sementara sebagai jaksa dan menjadi tersangka.
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja telah mencapai 71 persen. BPS optimistis pendataan selesai pada 31 Agustus 2026.
Arsenal mencapai kesepakatan merekrut Bruno Guimaraes dari Newcastle United senilai Rp1,8 triliun, menurut Fabrizio Romano.
PPATK mencatat nilai perputaran judi online turun 12,9% pada Semester I 2026, tetapi jumlah transaksi melonjak hingga 467,32 juta.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.