Sepekan ke Depan, DIY Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Pohon jati berdiameter 90 cm roboh dan menimpa rumah warga di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, setelah hujan deras disertai angin mengguyur wilayah itu, Kamis (24/1/2019). Harian Jogja - Istimewa
04 Maret 2019 11:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati, Sleman memprediksikan dalam sepekan ke depan cuaca wilayah DIY sebagian besar berpotensi terjadi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Sleman, Etik Setyaningrum, mengatakan hujan umumnya terjadi terutama di siang atau sore hari serta malam hari. "Kondisi pagi hari umumnya dalam kondisi cerah berawan. Pada siang hingga sore bahkan malam hari baru turun hujan," kata Etik kepada Harianjogja.com, Minggu (4/3/2019).

Kondisi ini terjadi karena ada dukungan pembentukan awan yang bisa menyebabkan hujan di wilayah DIY.

Etik menjelaskan faktor yang mendukung kondisi tersebut antara lain karena adanya belokan angin ataupun pertemuan angin di sekitar Pulau Jawa akibat munculnya low pressure atau tekanan rendah di sebelah barat Pulau Sumatra.

Dampak dari belokan angin ataupun pertemuan angin tersebut menyebabkan terjadinya proses kenaikan massa udara yang berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah DIY.

"Khususnya jenis awan konvektif seperti cumulonimbus. Hal ini juga didukung dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa sehingga memberikan suplai uap air besar bagi pertumbuhan awan hujan," kata Etik.

BMKG memprediksi hujan yang turun mencapai 30-50 mm/hari dengan kategori sedang hingga lebat, dengan kecepatan angin mencapai di atas 20 knot atau 36 kilometer per jam.

"Potensi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini lebih banyak terjadi di DIY wilayah utara dan tengah," kata Etik.