Dinas Perempuan Dorong Pemahaman Gender di Masyarakat

Warga Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan mengikuti acara Sosialisasi Pemahaman Gender di Masyarakat di Balai Desa Jatisarono, Senin (4/3).-Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan
05 Maret 2019 10:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menggelar Sosialisasi Pemahaman Gender di Masyarakat di Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Senin (4/3/2019). Sosialiasi dilakukan guna mendorong adanya kesetaraan gender sampai tingkat desa.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY Nelly Tristiana mengatakan sosialisasi akan dilakukan di 75 desa se-DIY. Dengan adanya sosialisasi ini didorong adanya kesetaraan gender.

Kondisi indikator kesetaraan gender yang menunjukan sumbangan perempuan dalam lingkungan tenaga profesional cukup bagus. Namun, yang perlu didorong yaitu keterwakilan perempuan dalam politik. Perempuan tidak hanya di ranah domestik saja tetapi perempuan harus aktif di ranah publik.

Menurut dia, di tingkat desa, kesetaraan gender bisa dimunculkan. Pada beberapa posisi publik di desa bisa diisi oleh perempuan. “Ada BPD [Badan Permusyawaratan Desa], melalui Musrenbang [Musyawarah Rencana Pembangunan], haruslah juga diisi oleh kalangan perempuan,” tutur Nelly.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Soleh Wibowo mengungkapkan peran perempuan dalam pembangunan di desa sangat diperlukan. Masih perlu diberikan pemahaman pada masyarakat terkait kesetaraan gender agar kendala dalam kurangnya peran perempuan bisa teratasi.

Kepala Desa Jatisarono, Paulus Sosiandaru Jaka Parikenan, mengatakan perempuan di desanya bisa mengisi peran serta dalam pembangunan. Tahun ini, pihaknya membuka pengisian pada anggota BPD baru.