Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Sekretaris DP3AP2 DIY, Carolinauty, menyampaikan materi sosialisasi bertajuk Pemahaman Gender untuk Masyarakat di kantor Balai Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Selasa (5/3/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mengajak masyarakat Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo untuk lebih memahami arti gender.
Ajakan itu disampaikan lewat sosialisasi bertajuk Pemahaman Gender untuk Masyarakat di kantor Balai Desa Pendoworejo, Selasa (5/3/2019). Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberi pemahaman bahwa gender merupakan sifat yang melekat pada laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural.
Laki-laki diidentikkan dengan sifat perkasa dan rasional, sementara perempuan lemah lembut. Namun demikian, hal itu tidak boleh disalahartikan dengan membatasi peran baik laki-laki maupun perempuan untuk beraktivitas. Keduanya tetap memiliki hak yang sama dalam melangsungkan kegiatan sehari-hari.
"Gender ini juga menyangkut seluruh elemen masyarakat baik untuk perempuan, lansia, difabel, anak-anak, tentang bagaimana komponen masyarakat tersebut bisa berkontribusi dan mendapatkan akses dalam pembangunan suatu wilayah," ucap Sekretaris DP3AP2 DIY, Carolinauty, di sela-sela sosialisasi, Selasa.
Pemahaman tentang gender tidak hanya berkutat pada masyarakat semata, tapi juga ke pemerintah setempat. Dalam hal ini Carolinauty membahas para pemangku kebijakan di tingkat desa. Menurutnya jika pemerintah desa bisa memahami gender yang sebetulnya, maka kebutuhan persoalan warga bisa diselesaikan.
Diharapkan pembangunan desa tidak hanya dalam segi fisik, melainkan juga kesejahteraan masyarakatnya. “Kami libatkan seluruh pemangku kepentingan Desa Pendoworejo dan masyarakat setempat sehingga mereka betul-betul bisa membangun desa dengan baik yang responsif gender," ujar Carolinauty.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi D DPRD DIY, Hamam Mutaqim, yang turut hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut. Dia menekankan agar masyarakat bisa memahami makna gender, sehingga meminimalkan adanya diskriminasi.
Masyarakat harus bisa memahami perbedaan antara bahasa gender dan ketugasan atau kodrat. Menurutnya gender tidak sama dengan jenis kelamin yang notabene ialah kodrat. Adapun kodrat merupakan sesuatu yang ditetapkan oleh Tuhan, sehingga manusia tidak mampu untuk mengubah atau menolak.
Salah satu peserta sosialisasi, asal Dusun Muten, Desa Pendoworejo, Surani, 54, mengaku lebih bisa memahami gender setelah pengikuti sosialisasi ini. Dia berharap adanga sosialisasi ini bisa mereduksi bahkan menghilangkan diskriminasi yang kerap menimpa perempuan sepertinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.