Puluhan SD di Gunungkidul Bakal Digabung karena Masih Kekurangan Murid

08 Maret 2019 02:25 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI–Sebanyak 27 sekolah dasar (SD) di Gunungkidul bakal digabung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul pada tahun ini. Puluhan kelas tersebut kekurangan murid.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan di Gunungkidul terdapat 474 SD yang berada di 18 kecamatan. Menurut dia, penggabungan sekolah memang diperlukan apabila kekurangan peserta didik.

“Ini merupakan program tahunan, untuk menggabung SD yang muridnya kurang dari 60 orang,” ujar dia, Rabu lalu (6/3) 

Hingga saat ini sudah ada delapan SD yang digabung, yaitu SD Kangkung bergabung dengan SD Jragum di Kecamatan Semanu, SD Karangpelem bergabung dengan SD Ngalang II di Kecamatan Gedangsari, SD Semoyo bergabung dengan SD Waduk di Kecamatan Patuk, dan SD Petir III bergabung dengan SD Petir I di Kecamatan Rongkop.

Sekolah yang bakal digabung jaraknya sekitar dua kilometer supaya murid dekat dengan tempat tinggalnya.  Disdikpora juga memikirkan penempatan guru PNS serta guru tidak tetap (GTT) di sekolah yang akan digabung. Para guru PNS dan GTT akan disalurkan ke sekolah-sekolah terdekat.

Kepala Bidang SD Disdikpora Gunungkidul Sudya Marsita menuturkan, program penggabungan sekolah sudah dilakukan mulai pada 1 Juli 2018. “Kami targetkan sekitar pertengahan tahun ini atau akhir Juni 2019 semuanya sudah digabung,” kata dia.

Penggabungan SD di Gunungkidul berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gunungkidul No.74/2016 tentang Penggabungan Sekolah Dasar. Jika mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri No.421.2/1631/II/, SD yang digabung paling tidak muridnya kurang dari 120 orang.

“Di Gunungkidul jarang SD yang jumlah muridnya segitu,” kata dia.

Penggabungan sekolah juga untuk menghemat anggaran pemeliharaan bangunan sekolah.