Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Hari Ini 21 September 2026
Harga emas Pegadaian hari ini, Senin 21 September 2026. Cek harga jual dan buyback Antam, UBS, serta Galeri 24.
Ilustrasi - Rancangan besar Bandara Kulon Progo Yogyakarta./Bisnis-Dok. Angkasa Pura I
Harianjogja.com, JAKARTA--Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo sudah mencapai 90%. PT Angkasa Pura I (Persero) mengklaim bandara tersebut tahan gempa hingga 8,8 Skala Richter.
Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan bahwa proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Adapun, target awal operasional sebagian bandara tersebut adalah pada April 2019.
"Perkembangan saat ini telah mencapai 90% untuk tahap operasional terminal internasional, sedangkan untuk operasional penuh, progres pembangunan telah mencapai 45 persen," kata Devy, Minggu (7/4/2/2019).
Dia menambahkan, pada pengoperasian terminal internasional, bandara baru ini akan melayani enam penerbangan internasional per hari yang dialihkan dari Bandara Adisutjipto.
Penerbangan internasional ditargetkan dapat beroperasi pada akhir April 2019. Rinciannya dua penerbangan dari dan ke Singapura serta empat penerbangan dari dan ke Kuala Lumpur. YIA ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini.
Bandara yang memiliki luas terminal 210.0 00 meter² dan panjang landas pacu 3.250 x 45 meter ini nantinya mampu mengakomodir pendaratan pesawat berbadan lebar (wide body). Adapun, total kapasitas mencapai 14 juta penumpang per tahun, atau sembilan kali lipat dibandingkan dengan kapasitas Bandara Adisutjipto saat ini.
Pengoperasian terminal internasional pada April 2019 mencakup, fasilitas sisi udara (airside) yang meliputi runway, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron ditargetkan rampung 100%.
Sementara, pembangunan fasilitas sisi darat (landside) seperti gedung terminal seluas 12.000 meter persegi, dan gedung penunjang seperti gedung PKP-PK, kargo, masjid, main power house (MPH), gedung administrasi juga tuntas.
YIA lanjutnya, merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan oleh pemerintah kepada AP I. Pembangunan tersebut mendesak dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan kapasitas yang dialami oleh Bandara Adisutjipto.
Saat ini, kapasitas ideal Bandara Adisucipto hanya dapat menampung 1,7 juta penumpang setahun. Namun, arus penumpang bandara tersebut sudah mencapai 7,8 juta orang pada 2017.
Menurutnya, YIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.
Bandara tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memiliki multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya.
AP I mengklaim bandara tersebut tahan gempa hingga 8,8 Skala Richter. Pembangunan proyek tersebut telah memperhatikan sisi mitigasi risiko bencana gempa bumi di wilayah pantai selatan Yogyakarta
Selain daya tahan bangunan terminal yang merupaka sisi darat (landside), pembangunan fasilitas sisi udara (airside) juga disesuaikan dengan mitigasi bencana alam. Landas pacu (runway) YIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak satu kilometer dari tepi pantai, sedangkan apron berada 8 mdpl.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Harga emas Pegadaian hari ini, Senin 21 September 2026. Cek harga jual dan buyback Antam, UBS, serta Galeri 24.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.