Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Jumadi, seorang sopir truk tangki pengangkut air menyalurkan air bersih ke rumah warga di Dusun Karangtengah, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Rabu (24/4/2019)./Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Intensitas hujan yang mulai menurun membuat warga di Kecamatan Purwosari kesulitan mendapatkan air bersih. Guna mengatasi masalah ini, warga mulai membeli air dari tangki air swasta dengan harga Rp150.000 per tangki.
Salah satu wilayah yang mulai kesulitan air bersih yakni Dusun Karangtengah, Desa Giricahyo. Sejak beberapa pekan lalu hujan sudah tidak turun sehingga stok air di bak penampungan mulai menipis. Air hujan di bak penampungan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci hingga kebutuhan untuk memasak.
Salah seorang warga Dusun Karangtengah, Sukiyem, mengatakan air di bak penampungan milikinya sudah habis karena hujan tak lagi turun. Untuk mencukupi kebutuhan, dia membeli air dari truk tangki swasta yang beroperasi khususnya saat musim kemarau. “Saya harus beli air karena cadangan air di bak penampungan sudah habis,” kata Sukiyem kepada Harian Jogja, Rabu (24/4/2019).
Menurut dia, warga terbiasa membeli air karena minimnya sumber di wilayahnya. Untuk harga sangat tergantung dengan jarak dan medan yang dilalui. Apabila lokasi pembeli berada di pinggir jalan biasanya dipatok Rp130.000 per tangki. “Semakin jauh dan medan yang dilalui sulit maka harganya semakin mahal,” katanya.
Sukiyem menuturkan air yang dibeli digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dia harus berhemat karena satu tangki hanya cukup untuk kebutuhan selama 20 hari. “Harus dihemat agar tidak cepat habis. Jika boros, maka biaya yang dikeluarkan semakin besar,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkap Sukardiyono, warga lain di Desa Giricahyo. Menurut dia hujan yang tak lagi turun membuat warga kehabisan stok air bersih. “Saat musim hujan kami menampung air di bak penampungan, tapi karena sudah lama tak turun hujan, maka stok kian menipis,” katanya.
Dia mengakui kondisi saat ini masih terhitung normal karena warga masih ada yang memiliki stok air di bak penampungan. Namun saat memasuki puncak kemarau, intensitas warga membeli air semakin meningkat. “Ini baru awal. Nanti saat kemarau warga yang membeli air semakin banyak,” katanya.
Salah seorang sopir truk tangki pengangkut air, Jumadi, mengakui sejak awal April dia mulai kebanjiran order mengirim air bersih. Menurutnya, hujan yang sudah jarang turun membuat cadangan air milik warga habis. “Sekarang sudah ramai warga yang membeli air. Saya tidak bisa melayani semua karena sehari maksimal hanya bisa mengirim lima kali,” katanya.
Jumadi menuturkan untuk harga tergantung dengan jarak dan medan yang dilalui. “Rata-rata saya jual Rp150.000 per tangki. Tapi kalau jaraknya jauh dan medan sulit, maka harganya bisa lebih mahal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Forbes menaksir kekayaan Kanye West sebesar US$400 juta, sedangkan Ye pernah mengklaim nilainya mencapai US$2,77 miliar pada Januari 2025.
Wamenhaj Dahnil mengimbau jemaah umrah memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah dan menghindari transit di Malaysia serta Singapura.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Gibran Rakabuming meminta Pertamina memperkuat pendampingan UMKM di Cilacap, termasuk penyusunan rencana bisnis dan perluasan akses pasar.