Ini 3 Kawasan di Gunung Merapi yang Rawan Kebakaran, TNGM Mulai Waspada

Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi. - Twitter/BPPTKG DIY
18 Mei 2019 13:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam rangka kegiatan pencegahan kebakaran hutan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) melaksanakan beberapa tahapan kegiatan preventif. Langkah tersebut diupayakan mengingat puncak musim kemarau berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan atau hutan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Pujiati mengatakan pihaknya mengupayakan beberapa langkah mengantisipasi kebakaran hutan atau lahan di kawasan Gunung Merapi. Antara lain, sosialisasi kebakaran hutan (karhut) dan kampaye karhut.

"Kemudian, patroli karhut dalam rangka deteksi dini, melakukan inventatisasi bahan bakar, akses masyarakat, penilaian sejarah kebakaran, penilaian sumber mata air, keberadaan masyarakat peduli api [MPA]," kata Pujiati kepada Harian Jogja, Jumat (17/5/2019).

Dia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menentukan atau menilai apakah suatu daerah rawan terhadap bahaya karhut.

Lalu, lanjut Pujiati, persiapan sarana dan prasarana karhut, apel siaga karhut, koordinasi dengan para pihak atau stakeholder termasuk mengadakan rapat koordinasi, pembuatan sekar bakar, dan membuat peta kerawanan karhut juga sudah diupayakan oleh BTNGM.

Luas TNGM berdasarkan keputusan menteri kehutanan nomor SK 3627/menhut_VII/KUH/2014 Tentang penetapan kawasan tngm seluas 6.607,52 ha Meliputi Kabupaten Klaten, Sleman, Magelang dan Boyolali.

Kendati demikian, BTNGM mengklaim kerja sama dengan pihak terkait seperti BPBD Sleman juga telah dilakukan.

"Kami melakukan koordinasi rutin dengan BPBD termasuk pada saat kebakaran di TNGM tahu 2015 lali. BPBD Kab Sleman ikut terlibat dengan personel, peralatan atau sarana prasarana, dan dengan para relawan lereng merapi," kata Pujiati.

Pujiati membeberkan, titik kerawanan kebakaran lahan di Merapi terdapat di resort Srumbung dan Dukun di Kabupaten Magelang Resort Selo di Kabupaten Boyolali.

Dia mengatakan, jika kebakaran hutan menjadi momok yang masuk dalam kategori membahayakan terutama saat kemarau panjang dan kering.

BTNGM, kata Pujiati, juga menggandeng masyarakat dalam upaya penanggulangan karhut.

"Ya, ada Masyarakat Peduli Api/ MPA dan Masyarakat Mitra Polhut / MMP yang dibentuk BTNGM yang akan membantu BTNGM apabila terjadi kejadian/ bencana karhut. Belum lagi, sukarelawan yang ada disekitar lereng merapi yang selalu siap membantu bila terjadi bencana karhut dan bencana alam lainnya," paparnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, mengatakan jika BPBD Sleman sendiri siap untuk bekerjasama bila ada insiden kebakaran hutan di Gunung Merapi.

"Itu sebenarnya otoritas TNGM, namun kalau ada kedaruratan kebakaran hutan BPBD juga ikut gabung," tutupnya.