Gunungkidul Expo Jadi Ajang Promosi Hasil Usaha IKM

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi (kiri), melihat kerajinan yang dipamerkan Dekranasda Gunungkidul, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
12 Juni 2019 19:22 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULGunungkidul Expo 2019 yang digelar selama empat hari di Gedung Serbaguna Siyono, Kecamatan Playen, merupakan wadah sekaligus upaya Pemkab untuk mempromosikan hasil usaha industri kecil menengah (IKM) yang ada di Bumi Handayani kepada masyarakat secara luas.

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan event tersebut diharapkan dapat mendorong sektor industri dan kerajinan yang berbasis potensi lokal. Menurutnya, sektor ini berkaitan erat dengan pembangunan pariwisata. "Sekarang ini sektor wisata semakin menguat, dinamis, dan menjadi sektor unggulan Gunungkidul," ujar Badingah saat membuka Gunungkidul Expo 2019, Rabu (12/6/2019).

Badingah menyatakan Gunungkidul Expo 2019 merupakan upaya untuk mendukung IKM yang ada. Ia berharap masyarakat dan produsen dapat melakukan transaksi jual beli selama diadakannya pameran. "Dalam acara ini ada nilai bisnis dan sosialisasi terkait dengan produk lokal," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengungkapkan event Gunungkidul Expo 2019 yang diikuti sekitar 120 IKM dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat untuk lebih mencintai produk-produk asli Bumi Handayani. "Pelaku IKM lebih diapresiasi dengan adanya acara ini," ujarnya.

Dia menjelaskan berkembangnya IKM dapat membantu meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi jumlah pengangguran. "Para pelaku IKM bisa menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Salah seorang pengurus IKM dari Forum Komunikasi Disabilitas Gunungkidul (FKDG), Sudaldi, mengatakan kelompoknya menjual produk berupa makanan seperti kerupuk daun singkong, rengginang tiwul, kerupuk jantung pisang dan telur asin. "Selain makanan kami juga menjual baju batik karya teman-teman FKDG," ucap Sudaldi.