Begini Kronologi Penemuan Jenazah Anak Ferry Anto oleh SRI Wilayah V Kulonprogo

Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo membawa jenazah Freya pada Sabtu (22/6/2019) di Pantai Trisik. - IST/Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo
22 Juni 2019 12:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO --Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo akhirnya menemukan jenazah Freya Fajtina Dwi, anak Ferry Anto Dwi Saputro pada Sabtu (22/6/2019) di Pantai Trisik.

Jenazah Freya yang berusia tujuh tahun itu ditemukan oleh personil SRI Wilayah V Kulonprogo pada pukul 08.20 WIB.

"Personil saat itu sedang melakukan penyisiran di Pantai Trisik. Lalu kami melihat ada benda terombang-ambing di tepian pantai. Setelah didekati ternyata sesosok jenazah," ujar Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko pada Sabtu (22/6/2019).

Aris mengatakan, setelah diangkat, ternyata jenazah tersebut merupakan Freya Fajrina Dwi, anak Ferry Anto Dwi Saputro berusia tujuh tahun yang sejak dua hari lalu terseret ombak. Lokasi ditemukannya jenazah yaitu di Barat TPI Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur.

"Jenazah tersebut kami masukan ke kantong jenazah untuk kemudian diidentifikasi. Orang tua korban juga sudah datang ke lokasi dan memastikan," kata Aris.

Menurutnya, tim SRI Wilayah V Kulonprogo masih mencari satu orang lagi korban orang tua Freya yaitu Ferry Anto Dwi Saputro. Mantan pemain PSS Sleman dan Persis Solo itu ikut terseret dengan anaknya pada Kamis (20/6) lalu dari Pantai Baru, Bantul.

"Pencarian masih tetap kami lakukan, terus kami sisir dari Pantai Congot ke Timur," ujar Aris. Menurut Aris, korban kecelakaan laut dari Bantul terkadang mengarah ke wilayah V Kulonprogo. Maka sejak kemarin Jumat, pihaknya sudah menyiapkan kantong mayat, sarung tangan, dan masker untuk mengantisipasi penemuan jenazah.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto mengatakan, selama pencarian pihaknya terkendala arus gelombang yang sedang tinggi. "Pencarian kami lakukan mengarah ke arah Barat dari lokasi terseretnya korban. Kami tidak bisa dilakukan pencarian dengan jalur laut karena ombak tinggi dan angin kencang selama proses pencarian," ujar Pipit.

Dua korban orang tua dan anak itu terseret ombak sejak dua hari lalu. Awalnya pada Kamis sore itu empat wisatawan Freya, Felicia Shafira, dan dua keponakan Ferry, yakni Afdal Firmansyah, dan Ai Rohima bermain di bibir pantai. Lalu tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret keempatnya.

Ferry yang berada di lokasi berupaya menyelamatkan dibantu Tim Search adn Rescue (SAR) Wilayah 4 Bantul. Ferry berhasil meraih anak pertamanya Felicia dan selamat, lalu anggota SAR Wilayah 4 Bantul itu berhasil menyelamatkan kedua keponakan Fery. Namun nahas, saat Ferry berusaha meraih Freya ombak menyeret keduanya.