Membeludak, 400 Orang Mengantre Tinggal di Rusunawa Sleman

Anak kecil sedang bermain di Depan Rusunawa Jongke, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis, (26/4/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
12 Juli 2019 23:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Minat masyarakat untuk tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Sleman tinggi. Hal tersebut terlihat dari daftar antrEan pemohon yang mencapai 400 orang di empat rusunawa yang ada di wilayah Sleman.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Sleman Panut Suharto mengatakan ke empat rusunawa tersebut yakni Rusunawa Dabag di Desa Condongcatur, Rusunawa Mranggen di Desa Sinduadi, Rusunawa Gemawang di Desa Sinduadi, dan Rusunawa Jongke di Desa Sendangadi.

“Memang antreannya itu banyak. Di Dabag itu paling banyak antreannya itu sekitar 250. Yang di Gemawang itu sekitar 50, di Jongke juga sekitar 50. Jadi kalau ditotal hampir 400 daftar antriannya,” kata dia, Jumat (12/7/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari total 1.507 hunian di keempat rusunawa tersebut, sudah terisi sebanyak 1.020 hunian. “Kondisinya 99 persen itu terhuni, jadi hampir penuh,” kata dia.

Ia mengatakan, di rusunawa Gemawang, sebenarnya ada dua lokasi, namun, satu lokasi belum dipasarkan dan masih butuh beberapa perbaikan.

“Kondisinya baru saja diserahkan oleh Kementrian. Kemungkinan baru akan dipasarkan akhir tahun. Ada 76 hunian dalam lima lantai,” ucap dia.

Untuk bisa tinggal di Rusunawa yang ada di Sleman, ia mengatakan harus menyiapkan syarat mulai dari KTP domisili Sleman, surat pernyataan belum memiliki rumah, dan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Hampir 40 persen dari rusunawa di Sleman itu penghuninya pasangan baru. Mungkin karena ingin tinggalnya pisah dari orang tua. Untuk masa kontraknya yakni satu tahun kontrak, kemudian bisa diperpanjang maksimal enam tahun,” ucap dia.