Uji Coba Malioboro Tanpa Kendaraan Diberlakukan Lagi, Ini Keistimewaannya

Pengunjung Malioboro berfoto di tengah jalan saat uji coba bebas kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
22 Juli 2019 00:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Uji coba Malioboro sebagai kawasan semipedestarian kembali diberlakukan Selasa (23/7/2019) besok. Dinas Perhubungan (Dishub) tidak akan mengubah arus, sedangkan Dinas Pariwisata (Dispar) akan menambah atraksi kesenian. 

Kepala Dishub DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan perubahan arus kendaraan yang melewati jalan Malioboro tidak ada perubahan. Artinya, arus kendaraan yang akan ke Malioboro kondisinya masih sama dengan pelaksanaan uji coba yang dilakukan pada 18 Juni lalu. "Tidak ada perubahan arus, sama seperti sebelumnya," kata Sigit kepada Harian Jogja, Minggu (21/7/2019).

Uji coba kawasan semi pedestarian di Malioboro dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Seluruh kendaraan bermotor, tidak diperbolehkan melintasi Malioboro, kecuali angkutan umum Trans Jogja, mobil patroli polisi dan mobil layanan masyarakat seperti ambulans.

Akses kendaraan bisa melewati Jalan Sosrowijayan dari sisi Barat Malioboro. Perlintasan ini dibuka untuk akses ke DPRD DIY dan Mall Malioboro hingga sebelum Hotel Mutiara (Jalan Dagen).

Untuk ke luar dari perlintasan ini, masyarakat masih bisa melintas ke Jalan Perwakilan menuju Jalan Mataram dan Jalan Dagen menuju Jalan Bhayangkara. Sirip Jalan Dagen dibuat satu arah dari Timur ke Barat.

"Warga masih bisa melintas dari depan Gedung DPRD sampai Dagen. Sesuai petunjuk arah," kata Sigit.

Meskipun tidak ada perubahan arus, Dishub terus menyempurnakan pelaksanaan uji coba kedua bulan ini. Salah satunya, sterilisasi sirip-sirip Jalan Malioboro dari kendaraan yang parkir, dan juga pedagang kaki lima (PKL). Hal ini untuk mengantisipasi munculnya titik kemacetan terutama di Jalan Letjen Soeprapto. Selain itu, Dishub juga menambah rambu-rambu di sejumlah titik. Di Jalan Pasar Kembang misalnya, selain akan ditambah rambu petunjuk juga akan ditambah petugas yang akan mengarahkan kendaraan.

Selain menambah papan arah, Dishub juga menyediakan petugas untuk mobile dan mengawasi titik jalan penyangga lainnya. Termasuk keberadaan posko terpadu untuk memonitor jalannya uji coba.

Penerapan Malioboro sebagai kawasan semi pedestrian, katanya, sangat tergantung dengan berbagai hal, terutama infrastruktur pendukungnya. Ada penyediaan parkirnya. "Kami selalu berkoordinasi terkait masalah ketersediaan parkir ini dengan Pemkot," katanya.

Adapun, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan uji coba kawasan semi pedestrian tidak hanya dilakukan sekali. Alasannya, tujuan dari uji coba untuk membiasakan para pengguna jalan yang akan masuk ke Malioboro.

Sekda DIY, Gatot Saptadi mengungkapkan untuk meningkatkan daya tarik Malioboro selama uji coba Dispar akan menghidupkan panggung terbuka kesenian di sepanjang Malioboro. "Awalnya kami akan melepas becak listrik. Tapi karena yang ada hanya empat unit, terpaksa di-cancel. Kami tunggu dulu produksinya dari pada diresmikan kemudian terhenti," katanya.

Atraksi kesenian yang disediakan Dispar, lanjut Gatot, digelar sejak Selasa sore. Beberapa titik panggung menjadi media ekspresif bagi para seniman untuk menampilkan bakatnya di hadapan masyarakat. Beberapa di antaranya, di depan Hotel Inna Garuda, halaman Kantor DPRD DIY.