Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Hasilnya
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Pelepasan ratusan mahasiswa magang Kampus Instiper Jogja yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan magang di sejumlah perusahaan, Senin (29/7/2019). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan mahasiswa magang dari Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogja secara mandiri mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan. Instiper menjadi kampus pertama di DIY yang mendaftarkan setiap peserta magang secara kolektif.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja Ainul Khalid mengatakan Instiper menjadi kampus pertama di DIY yang mendaftarkan mahasiswa magang di BPJS Ketenagakerjaan secara terorganisasi. "Ini patut diapresiasi. Di kampus ini ada 428 peserta magang yang ikut mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya, sekitar 800 mahasiswa KKN dan magang juga menjadi peserta," kata Ainul saat pelepasan mahasiswa magang di Kampus Instiper Jogja, Senin (29/7/2019).
Dijelaskan Ainul, beberapa mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN, Magang, ataupun PKL dari berbagai kampus memang sudah mengikuti program perlindungan ketenagakerjaan ini. Hanya saja, mereka datang secara mandiri ke kantor untuk mendaftar. "Instiper sudah memahami pentingnya perlindungan sosial bagi mahasiswanya yang mengikuti magang sehingga pendaftaran dilakukan secara terorganisir. Kami berharap kampus lainnya bisa mengikuti langkah bagus ini," kata Ainul.
Menurutnya, minat mahasiswa peserta Magang, KKN dan PKL yang mendaftar program perlindungan sosial ketenagakerjaan terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran para peserta terkait keselamatan mereka selama melakukan kegiatan di daerah. Keikutsertaan mahasiswa Magang, KKN maupun PKL dalam program BPJS Ketenagakerjaan, kata Ainul, dapat mengurangi beban risiko sosial. Seperti kecelakaan kerja saat melakukan tugas di lapangan.
"Selama mengikuti kegiatan magang selama tiga bulan, mereka tidak lagi was-was jika mengalami resiko sosial. Apalagi, iuran perlindungan sosial yang bayarkan sangat terjangkau sebesar Rp.16.800 dengan dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja [JKK] dan Jaminan Kematian [JKM]," ujar Ainul.
Kepala Bidang Pemasaran Bukan Penerima Upah BPJS TK Farah Diana menambahkan para mahasiswa magang yang akan berangkat tersebut tersebar ke 50 perusahaan di Indonesia. "Mereka mendaftar secara mandiri karena perusahaan mewajibakan mereka untuk menjadi peserta agar diterima magang," katanya.
Disebutkan, selain mahasiswa Instiper, kampus seperti UGM, UNY dan Ukrim juga mendaftar secara mandiri ketika mengikuti kegiatan baik KKN, Magang maupun PKL. "Sementara mereka bisa mendaftar secara mandiri. Iuran yang dibayar belum bisa diorganisir oleh kampus. Untuk masuk dalam uang kuliah tunggal (UKT) masih terbentur regulasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.