Ratusan Mahasiswa Magang Instiper Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pelepasan ratusan mahasiswa magang Kampus Instiper Jogja yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan magang di sejumlah perusahaan, Senin (29/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
30 Juli 2019 09:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan mahasiswa magang dari Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogja secara mandiri mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan. Instiper menjadi kampus pertama di DIY yang mendaftarkan setiap peserta magang secara kolektif.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja Ainul Khalid mengatakan Instiper menjadi kampus pertama di DIY yang mendaftarkan mahasiswa magang di BPJS Ketenagakerjaan secara terorganisasi. "Ini patut diapresiasi. Di kampus ini ada 428 peserta magang yang ikut mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya, sekitar 800 mahasiswa KKN dan magang juga menjadi peserta," kata Ainul saat pelepasan mahasiswa magang di Kampus Instiper Jogja, Senin (29/7/2019).

Dijelaskan Ainul, beberapa mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN, Magang, ataupun PKL dari berbagai kampus memang sudah mengikuti program perlindungan ketenagakerjaan ini. Hanya saja, mereka datang secara mandiri ke kantor untuk mendaftar. "Instiper sudah memahami pentingnya perlindungan sosial bagi mahasiswanya yang mengikuti magang sehingga pendaftaran dilakukan secara terorganisir. Kami berharap kampus lainnya bisa mengikuti langkah bagus ini," kata Ainul.

Menurutnya, minat mahasiswa peserta Magang, KKN dan PKL yang mendaftar program perlindungan sosial ketenagakerjaan terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran para peserta terkait keselamatan mereka selama melakukan kegiatan di daerah. Keikutsertaan mahasiswa Magang, KKN maupun PKL dalam program BPJS Ketenagakerjaan, kata Ainul, dapat mengurangi beban risiko sosial. Seperti kecelakaan kerja saat melakukan tugas di lapangan.

"Selama mengikuti kegiatan magang selama tiga bulan, mereka tidak lagi was-was jika mengalami resiko sosial. Apalagi, iuran perlindungan sosial yang bayarkan sangat terjangkau sebesar Rp.16.800 dengan dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja [JKK] dan Jaminan Kematian [JKM]," ujar Ainul.

Kepala Bidang Pemasaran Bukan Penerima Upah BPJS TK Farah Diana menambahkan para mahasiswa magang yang akan berangkat tersebut tersebar ke 50 perusahaan di Indonesia. "Mereka mendaftar secara mandiri karena perusahaan mewajibakan mereka untuk menjadi peserta agar diterima magang," katanya.

Disebutkan, selain mahasiswa Instiper, kampus seperti UGM, UNY dan Ukrim juga mendaftar secara mandiri ketika mengikuti kegiatan baik KKN, Magang maupun PKL. "Sementara mereka bisa mendaftar secara mandiri. Iuran yang dibayar belum bisa diorganisir oleh kampus. Untuk masuk dalam uang kuliah tunggal (UKT) masih terbentur regulasi," katanya.