Sudah Mau Lengser, Banyak Anggota DPRD Bantul Belum Kembalikan Laptop dan Mobil dinas

Ilustrasi. - Solopos/M. Ferri Setiawan
09 Agustus 2019 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul telah mengirim surat imbauan kepada semua anggota DPRD Bantul periode 2014-2019 yang habis masa jabatannya per 13 Agustus mendatang untuk mengembalikan aset Sekretariat Dewan.

"Sudah kami imbau tapi belum semua mengembalikan. Tapi belum semua mengembalikan karena masih ada yang digunakan," kata Sekretaris DPRD Bantul, Prapto Nugroho, Jumat (9/8/2019).

Prapto mengatakan yang belum mengembalikan aset karena mungkin masih digunakan. Sebab, kata dia, Anggota DPRD Bantul periode lima tahun kebelakang masih memiliki hak untuk menggunakannya sampai rapat paripurna terakhit pada 12 Agustus mendatang.

Namun demikian sudah ada beberapa yang mengembalikan. Aset Sekretariat DPRD Bantul yang digunakan adalah laptop dan mobil dinas jabatan untuk pimpinan Dewan. Berdasarkan data dari Bagian Aset Sekretariat Dewan Bantul ada 37 anggota DPRD periode 2014-2019 yang meminjam laptop. Sementara mobil dinas hanya empat unit untuk empat Pimpinan Dewan.

Dari 37 laptop yang sudah kembali sebanyak 12 unit. Sehingga totalnya masih ada 25 laptop yang belum dikembalikan. Sementara mobil dinas yang sudah dikembalikan baru satu unit. Sementara tiga unit mobil dinas lainnya belum dikembalikan.

Prapto mengatakan mobil dinas pimpinan Dewan sampai saat ini masih digunakan sampai terpilihnya pimpinan Dewan baru nanti. Meski demikian, kata dia, mobil tersebut nantinya harus dikembalikan terlebih dahulu maksimal 13 Agustus melalui berita acara untuk selanjutnya diserahkan kepada pimpinan sementara. "Sekarang belum dikembalikan, " kata dia.

Sementara itu dari 12 laptop yang sudah dikembalikan sebagian besar dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan. Staf Aset Bagian Rumah Tangga DPRD Bantul, Ardi membenarkan kondisi laptop yang sebagian besar rusak dn tidak bisa menyala. Ia tidak mengetahui kerusakannya karena baru akan dicek oleh ahlinya setelah semua aset dikembalikan.

Laptop tersebut dibeli pada 2015 lalu untuk dipinjamkan kepada 37 anggota DPRD Bantul sebagai penunjang kinerja. "Saya tidak tahu kerusakannya karena bukan ahlinya. Nanti ada tim sendiri untuk pengecekan, " kata Ardi. "Mungkin karena sudah lama juga," ujar dia.