Advertisement
Kawasan Kumuh di Kulonprogo Diklaim Berkurang
Ilustrasi - JIBI/Solopos
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk mengurangi kawasan kumuh lewat program Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) diklaim telah berhasil.
Pada tiga tahun lalu, kawasan kumuh mencapai 297,72 hektare (ha) sementara pada 2019 berkurang menjadi 135 ha.
Advertisement
“Dalam tiga tahun kawasan kumuh sudah berkurang lebih dari 50 persen,” tutur Asisten Koordinator Program Kotaku Kulonprogo, Sodikin, di sela-sela pelaksanaan lokakarya Program Kotaku tingkat Kulonprogo di Wisma Kusuma Wates, Selasa (17/9).
Kawasan kumuh yang ditangani program Kotaku di Kulonprogo tersebar di dua lokasi, yaitu Desa Giripeni dan Kelurahan Wates. Secara administratif, keduanya masuk wilayah Kecamatan Wates. Total luas kawasan kumuh di dua wilayah itu pada 2016 mencapai 51,31 ha dengan perkembangan sekarang sudah berkurang menjadi 31,52 ha. Untuk kawasan kumuh di luar Kotaku pada 2016 berada di delapan desa dengan luasan 242 ha.
Sodikin memaparkan ada beberapa indikator yang menjadikan sebuah kawasan dinyatakan kumuh, yakni penataan pemukiman, akses sanitasi, air minum, rawan kebakaran dan sampah. Upaya penanggulangan yang dilakukan Pemkab lewat Kotaku dengan pendanaan APBD Kulonprogo dan APBN. Dana ini digunakan untuk membikin program yang menanggulangi kawasan kumuh.
Program ini terbagi menjadi tiga indikator. Pertama pencegahan meliputi pengawasan dan pengendalian serta pemberdayaan masyarakat. Kedua peningkatan kualitas dengan melakukan pemugaran, peremajaan dan pemukiman kembali. Ketiga pengelolaan meliputi pemeliharaan dan perbaikan.
Team Leader OSP Program Kotaku, Muh Imam Santoso, mengatakan daerah yang mendapat program Kotaku pada 2019 hanya Kota Jogja dan Sleman sedangkan Kulonprogo tidak masuk. Padahal, Kulonprogo perlu disasar program ini karena merupakan kawasan strategis nasional.
Oleh karena itu, OSP bersama perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat akan melakukan berbagai perencanaan untuk Kulonprogo, salah satunya lewat lokakarya untuk menyatukan visi misi pengentasan kawasan kumuh.
Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo berharap seluruh pemangku kepentingan bisa memberi sumbangan, pemikiran dan menyampaikan saran dalam penanggulangan kawasan kumuh di Kulonprogo. Pemkab telah menargetkan Kulonprogo bisa terbebas dari kawasan kumuh sesegera mungkin.
Jika melihat dari tren penurunan yang cukup signifikan, Sutedjo optimistis selama dua atau tiga tahun ke depan Kulonprogo bebas kawasan kumuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
Advertisement
Advertisement








