Jelang Pilkada dan Munas, Golkar DIY Jaga Soliditas Partai

Sejumlah pimpinan DPD I Partai Golkar bergandengan tangan seusai memberikan keterangan pers di Kantor DPD I Golkar DIY, Jumat (20/9/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
21 September 2019 10:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar DIY memastikan tetap melaksanakan program partai seperti biasa di tengah adanya desakan mundur Ketua DPD I Haryadi Suyuti dari sejumlah elemen pemuda di internal partai tersebut. Golkar DIY akan menjaga soliditas partai terutama untuk mempersiapkan jelang Pilkada 2020 dan Munas yang akan digelar Desember 2019 mendatang.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD I Golkar DIY Marzuki Arche Simatupang mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan bersama pengurus harian Golkar DIY terkait adanya tuntutan dari elemen pemuda partai Golkar. Salah satu aspirasi ada yang menuliskannya melalui spanduk yang dipasang di depan Kantor DPD I Golkar DIY.

Tetapi ia memastikan tuntutan itu tidak akan dipenuhi, selain karena membawa nama elemen yang bukan organ dari Partai Golkar juga tidak ada kewenangan untuk memaksa mundur Ketua DPD I.

“DPD Golkar DIY memahami bahwa elemen ini bukan organ yang dikenal dalam Partai Golkar, sehingga yang menjadi tuntutan yang mereka sampaikan tidak perlu ditanggapi,” terangnya, Jumat (20/9/2019).

Meski ada tuntutan tersebut, Marzuki menegaskan kepengurusan Golkar DIY untuk masa 2017-2020 sesuai hasil musda secara kolektif kolegial akan tetap menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan mekanisme partai. Sehingga kegiatan Partai Golkar DIY akan berjalan seperti biasa termasuk dalam mempersiapkan HUT ke-55 Golkar 2019, menghadapi munas Desember 2019 serta mempersiapkan Pilkada 2020 untuk Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

“Kami seluruh peserta rapat pengurus harian juga bersepakat untuk menjaga soliditas dan kondusif, baik secara secara internal struktural DPD sampai tingkat pengurus desa dan wakil rakyat dari Partai Golkar yang duduk di DPRD di tingkat DIY maupun kabupaten kota,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD I Partai Golkar DIY Dedi Suwardi menambahkan pihaknya menganggap tuntutan dari kader muda terkait menurunnya perolehan kursi legislatif di DIY sebagai masukan yang positif dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.

Ia meminta kepada semua internal Golkar DIY untuk bisa menerima hasil pemilu 2019 dengan apa adanya tanpa harus menyalahkan siapapun karena hal itu merupakan hasil pekerjaan bersama. Sebaiknya, kata dia, jangan menjadikan hasil pemilu sebagai alasan untuk memaksa Ketua DPD I harus mundur dari jabatannya.

“Kami sudah bersepakat bahwa DPD I Partai Golkar akan mengonsolidasikan semua kader, selain persiapan menghadapi munas, juga pilkada. Kalau tidak solid untuk memenangkan itu tentu kita akan ada kendala, maka kami akan solidkan, tuntutan itu kami jadikan sebagai cambuk untuk memperhatikan konsolidasi tingkat bawah,” ucapnya.