Harga Tanah di Sekitar Bandara Kulonprogo Melonjak Hingga Rp3 Juta per Meter

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
25 September 2019 20:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Harga tanah di sekitaran Yogyakarta International Airport (YIA) terdongkrak naik. Tanah milik warga pun terkadang diincar investor yang berminat berinvestasi di sekitaran bandara.

Warga di Dusun Sindutan, Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Miftah mengaku, setelah dibangunnya bandara, tanah dan rumahnya yang ada di pinggir Jalan Nasional Purworejo Jogja sekitar 50 meter dari bandara itu terkadang ditanyai orang. "Kadang ada yang nanya, dia minat untuk bangun toko atau rumah," tuturnya pada Rabu (25/9/2019).

Sampai saat ini, ia mengaku belum berniat menjual tanah dan rumahnya itu. Ia berencana, akan memanfaatkan sendiri rumahnya itu untuk sebuah toko. Namun, ia belum bisa memastikan jenis usaha apa nantinya yang bisa ia jalani.

Meski demikian, apabila dijual, harga tanah di sekitaran bandara, semakin melonjak setelah adanya YIA. "Sekarang kalau di sekitaran bandara pinggir jalan itu harganya sudah sampai Rp3 juta per meter persegi," ungkap pria berusia 55 tahun itu.

Menurutnya, harga tanah bahkan melonjak sampai Wates. Di wilayah Wates pinggir Jalan Nasional itu, harga tanah bisa sampai Rp2 juta. "Kalau sebelum ada bandara, di sini (Rumah Miftah) itu Rp1 juta per meter persegi," katanya.

Begitupun dengan tanah milik Hartono. Meskipun, tanahnya terletak bukan pada posisi pinggir Jalan Nasional, namun harga tanah yang ia jual menurutnya cukup bersaing dibanding sebelum ada bandara. "Saat pembangunan bandara itu saya sempat jual 2.000 meter persegi, harganya Rp2 juta per meter persegi, mungkin kalau nanti sudah ramai tambah naik lagi," jelas Hartono pada Rabu.

Menurutnya, sebelum dijual sudah banyak yang berminat untuk membeli kebun miliknya itu. Rencananya, tanah yang ia jual itu akan dibangunkan perumahan. Lokasinya masih di Dusun Sindutan, Desa Sindutan, Kecamatan Temon. Jaraknya sekitar 50an meter dari bandara.

Kepala Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Harjono mengatakan, kenaikan harga tanah terjadi juga di wilayahnya yang berjarak sampai 100 meter dari bandara. Kenaikan harga tanah bisa sampai lebih dari enam kali lipatnya.

"Harga tanah di pinggir Jalan Nasional dekat bandara saja sekarang bisa sampai Rp3 juta per meter persegi. Kalau masuk ke dalamnya lagi itu sekitar Rp500.000 sampai Rp1 juta," jelas Harjono.

Menurutnya, sebelum ada Bandara YIA, di wilayah Jalan Nasional paling dihargai Rp500.000 per meter persegi, sedangkan di wilayah dalam bisa dihargai Rp200.000 per meter persegi. "Tapi harga itu relatif, tergantung peminatnya," kata Harjono.