Warga Sampang Peroleh Bantuan Sumur Bor dari CSR BUMN

Proses pembuatan sumur bor di Dusun Mongkrong, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, yang merupakan bantuan dari tujuh BUMN di Indonesia, Kamis (24/10/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 Oktober 2019 23:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, mendapatkan bantuan pembangunan sumur bor dari program corporate social responsibility (CSR) BUMN untuk Negeri. Diharapkan sumur bor sedalam 150 meter ini dapat mengatasi masalah krisis air bagi ratusan kepala keluarga (KK) di lima dusun di Desa Sampang.

Kepala Desa Sampang, Suharman, mengatakan wilayahnya termasuk daerah rawan kekeringan. Hingga saat ini ada lima dusun yang mengalami krisis air meliputi Dusun Mongkrong, Karangasem, Sengonkerep, Kayen dan Sidomulyo. “Ketiadaan air bersih membuat warga harus membeli dengan harga Rp250.000 per tangki,” kata Semplok, sapaan akrab Suharman, Kamis (24/10/2019).

Menurut dia, di wilayahnya hampir semua warga memiliki sumur. Meski demikian, saat kemarau tidak bisa diandalkan karena banyak yang kering. “Harapannya dengan bantuan sumur bor ini dapat mengatasi masalah krisis air yang terjadi setiap tahun,” katanya.

Suharman mengatakan untuk pengelolaan rencananya dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) sehingga bisa dikelola profesional. “Kebetulan lokasi lahan milik desa jadi tidak ada masalah. Selain untuk mengatasi masalah krisis air, dengan BUM-Des ini bisa menambah pendapatan asli desa,” katanya.

Senior Manager Airport Operation and Service PT Angkasa Pura I, Riyaman, mengatakan jajarannya ikut berpartisipasi karena sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Menurut dia, pembangunan sumur bor tidak hanya dilaksanakan di Desa Sampang karena tahun lalu program yang sama dilakukan di wilayah Kecamatan Semin. “Melalui program CSR kami mencoba membantu untuk memberikan solusi terhadap apa yang dihadapi oleh masyarakat,” katanya.

Riyaman berharap dengan bantuan ini dapat mengatasi masalah krisis air bagi warga di Desa Sampang. “Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat,” katanya.

Vice Presiden CSR PT Kereta Api Indonesia, Agus Supriyono, mengatakan di dalam bakti sosial ini ada tujuh BUMN yang berpartisipasi. Selain PT KAI, ada PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, PT PLN, Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), Permodalan Nasional Madani (PNM), Reasuransi Indonesia Utama dan Angkasa Pura I. “Total ada bantuan Rp350 juta,” kata Agus.

Menurut dia, pemberian bantuan sumur bor ini merupakan solusi jangka panjang sehingga warga tidak lagi mengalami krisis air saat kemarau. “Kalau dropping hanya untuk jangka pendek. Untuk membuat sumur bor kami juga menggandeng tim dari UPN Veteran Yogyakarta. Mudah-mudahan sumur bor sedalam 150 meter lengkap dengan jaringan pipa ini dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi warga Desa Sampang,” katanya.