Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Cegah Sel Kanker
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) berjabat tangan dengan dalang Ki Seno Nugroho sesaat sebelum dimulainya pentas wayang kulit di Halaman Balai Kota Jogja, Kamis (31/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA--Dalang Jogja yang kini tengah naik daun, Ki Seno Nugroho menutup rangkaian acara HUT ke-263 Kota Jogja melalui pergelaran wayang kulit dengan lakon Sesaji Raja Surya. Pentas yang digelar di halaman Balai Kota Jogja, Kamis (31/10) malam itu digelar oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) 2019.
Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Mukti Wulandari mengatakan wayang kulit dipilih sebagai acara pamungkas dalam HUT Jogja sebagai bentuk komitmen Disbud Kota Jogja dalamn melestarikan kesenian tradisional.
“Kami menggelar wayang kulit ini dalam rangka melestarikan wayang kulit di Kota Jogja. Makanya untuk pungkasan ini kami mengadakan pagelaran wayang kulit bukan hiburan yang lain, karena kami ingin memberikan tontonan yang benar-benar menjadi ciri khas kebudayaan kita,” ucap Mukti kepada Harian Jogja, Kamis.
Perkembangan wayang kulit di Kota Jogja, saat ini diakui dia sangat bagus. Terbukti, dari beberapa event yang digelar Disbud Jogja, animo publik cukup menggembirakan.
Salah satunya adalah Festival Dalang Anak dan Remaja yang digelar beberapa waktu lalu. “Pada 2018 dan 2019 secara maraton, kami juga menggelar pementasan wayang kulit di 14 kecamatan. Tahun lalu ada di delapan titik dan tahun ini di enam titik. Ditambah dengan wayang kulit malam ini kami. Alasan kami memilih wayang kulit karena sebagai bentuk untuk melestarikan kebudayaan,” ucap dia.
Dalam melestarikan kebudayaan terutama wayang kulit hal yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi kepada masyarakat terutama anak-anak muda di Kota Jogja. Kalau bisa di sekolah juga dikenalkan cerita tentang pewayangan yang menggunakan Bahasa Jawa. “Jadi kalau bisa dari usia muda sudah dikenalkan tentang cerita-cerita wayang,” ucap dia.
Sesuai dengan tujuan digelarnya pentas itu yakni sebagai penutup HUT Jogja, lakon yang dimainkan Ki Seno Nugroho itu menceritakan tentang ucap syukur para Pandawa setelah berhasil membawa Kerajaan Amarta menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.