Tutup Rangkaian HUT Jogja, Ki Seno Nugroho Mainkan Sesaji Raja Surya

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) berjabat tangan dengan dalang Ki Seno Nugroho sesaat sebelum dimulainya pentas wayang kulit di Halaman Balai Kota Jogja, Kamis (31/10/2019). - Rofik Syarif G.P
01 November 2019 09:52 WIB Rofik Syarif G.P Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dalang Jogja yang kini tengah naik daun, Ki Seno Nugroho menutup rangkaian acara HUT ke-263 Kota Jogja melalui pergelaran wayang kulit dengan lakon Sesaji Raja Surya. Pentas yang digelar di halaman Balai Kota Jogja, Kamis (31/10) malam itu digelar oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) 2019.

Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Mukti Wulandari mengatakan wayang kulit dipilih sebagai acara pamungkas dalam HUT Jogja sebagai bentuk komitmen Disbud Kota Jogja dalamn melestarikan kesenian tradisional.

“Kami menggelar wayang kulit ini dalam rangka melestarikan wayang kulit di Kota Jogja. Makanya untuk pungkasan ini kami mengadakan pagelaran wayang kulit bukan hiburan yang lain, karena kami ingin memberikan tontonan yang benar-benar menjadi ciri khas kebudayaan kita,” ucap Mukti kepada Harian Jogja, Kamis.

Perkembangan wayang kulit di Kota Jogja, saat ini diakui dia sangat bagus. Terbukti, dari beberapa event yang digelar Disbud Jogja, animo publik cukup menggembirakan.

Salah satunya adalah Festival Dalang Anak dan Remaja yang digelar beberapa waktu lalu. “Pada 2018 dan 2019 secara maraton, kami juga menggelar pementasan wayang kulit di 14 kecamatan. Tahun lalu ada di delapan titik dan tahun ini di enam titik. Ditambah dengan wayang kulit malam ini kami. Alasan kami memilih wayang kulit karena sebagai bentuk untuk melestarikan kebudayaan,” ucap dia.

Dalam melestarikan kebudayaan terutama wayang kulit hal yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi kepada masyarakat terutama anak-anak muda di Kota Jogja. Kalau bisa di sekolah juga dikenalkan cerita tentang pewayangan yang menggunakan Bahasa Jawa. “Jadi kalau bisa dari usia muda sudah dikenalkan tentang cerita-cerita wayang,” ucap dia.

Sesuai dengan tujuan digelarnya pentas itu yakni sebagai penutup HUT Jogja, lakon yang dimainkan Ki Seno Nugroho itu menceritakan tentang ucap syukur para Pandawa setelah berhasil membawa Kerajaan Amarta menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja