Mau Tanami Lahan, Petani Bantul Diminta Menunggu Dahulu

Ilustrasi Minapadi - JIBI
01 November 2019 09:07 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Memasuki musim pancaroba yang diperkirakan BMKG DIY akan terjadi selama dua minggu, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan mengimbau para petani untuk wait and see yang artinya disuruh melihat keadaan. Jika turun hujan, petani segera bersiap tanam padi namun jika tidak, petani cukup menanam palawija.

“Metode wait and see itu memang biasanya diterapkan di musim-musim peralihan atau pancaroba, saluran-saluran yang sekiranya kotor atau tersumbat segera untuk dibersihkan supaya nanti jika hujan airnya lancar,” katanya ketika ditemui Harianjogja.com pada Rabu (30/10/2019).

Menurutnya para petani juga harus memanfaatkan saluran irigasi tersier sehingga memaksimalkan hasil panen ketika turun hujan. “Tapi ada beberapa wilayah juga yang sudah menanam, karena ini relatif ya, kalau lahannya memiliki sumber air maka para petani akan menanam, contohnya daerah Sanden, Srandakan,” ucapnya.

Sejauh ini di Bantul sendiri sudah ada beberapa daerah yang memulai musim tanam di antaranya adalah Sedayu dan juga Sewon, namun di beberapa daerah karena masih kekurangan air, para petani menanam tanaman yang sedikit menggunakan air seperti jagung, bawang merah.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa para petani harus melaksanakan gerakan olah tanam agar saat musim hujan tiba lahannya sudah siap untuk ditanami.

“Gerakan ini kita khususkan untuk para petani yang mempunyai sumber air cukup memadahi, selain itu mereka juga harus rajin membersihkan saluran-saluran irigasi agar saat turun hujan, air bisa bisa tersalurkan dengan lancar,” jelasnya.