Viral Video Mobil Terbakar di JJLS, Ternyata Akibat Korsleting Listrik

Tangkapan layar video mobil terbakar di ruas JJLS, Dusun II, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Rabu (4/12/2019). - ist
05 Desember 2019 10:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebuah video yang menunjukkan mobil terbakar viral di grup-grup WhatsApp warga Kulonprogo. Video berdurasi 13 detik itu mulai tersebar pada Rabu (4/12/2019) siang.

Di dalam video menunjukkan mobil jenis sedan warna hijau mengalami kebakaran di ruas jalan yang disebut-sebut berlokasi di Jalur Jalan lintas Selatan (JJLS), Desa Bugel, Kecamatan Panjatan.

Kanit Laka Lantas Polres Kulonprogo Iptu, Agus Kusnendar saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian mobil terbakar di wilayah hukum Kulonprogo. Dia menerangkan lokasi kejadian berada di JJLS, Dusun II, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB.

Mobil merek Peugeot seri 307 1,6 AT bernopol B 8762 VO dikemudikan oleh Inggit Fandayati, 38, warga Dlingo, Kabupaten Bantul. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian terbakarnya mobil diduga akibat hubungan arus pendek. "Diduga karena korsleting listrik," kata Agus.

Agus menerangkan saat melintasi JJLS, pengemudi mencium bau gosong di bagian dashboard. Merasa tidak beres, mobil lantas ditepikan ke pinggir jalan. Tak berselang lama, muncul asap disusul api dari bagian dashboard tersebut. Korban yang panik berupaya meminta tolong kepada pengguna jalan lain. Nahas mobil tak bisa diselamatkan karena api kunjung membakar seluruh bagian kendaraan itu.

"Tidak ada korban jiwa, tapi mobil rusak parah dan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta,” ujarnya.

Peristiwa ini sempat membikin macet jalan di lokasi kejadian. Banyak warga yang berhenti untuk memberi bantuan, atau sekadar menonton. Adapun api baru bisa dipadamkan selang beberapa jam setelah mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.

Sukarman, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadin menuturkan kobaran api sempat membumbung tinggi ke angkasa. Sehingga dapat dilihat dari jarak cukup jauh. Warga sekitar lanjutnya sempat berupa membantu pemadaman, tapi karena minimnya ketersediaan alat pemadam, upaya itu sukar terlaksana. "Alhamdulillah setelah itu datang damkar, dan api bisa segera padam," ujarnya.