Penghitungan Suara di Kedungkeris Disoal

Ilustrasi. - Antara
09 Desember 2019 21:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mencatat pelaksanaan pilkades di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, belum sepenuhnya selesai. Pasalnya, ada calon yang masih mempersoalkan proses perhitungan di salah satu tempat pemungutan suara.

Camat Nglipar, Sukamto, mengatakan hasil pilkades di Desa Kedungkeris sudah ditetapkan. Hanya, penetapan ini masih ada yang menentang karena ada calon yang belum menerima hasil tersebut. “Calon yang kalah ada yang meminta agar dilakukan perhitungan ulang di TPS Kwarasan Kulon,” kata Sukamto kepada wartawan, Senin (9/12/2019).

Menurut dia, permintaan perhitungan ulang sudah diajukan secara resmi. Meski demikian untuk penyelesaian pihak kecamatan tidak memiliki kewenangan karena penyelesaian berada di ranah tim pengawas kabupaten. “Keberatan dan permintaan penghitungan ulang sudah kami sampaikan dan hingga sekarang masih menunggu kelanjutannya,” kata mantan Camat Tepus ini.

Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan pilkades di Desa Kedungkeris bukan menjadi permasalahan meski ada calon yang belum puas dengan hasil perhitungan. Menurut dia tim pengawas sedang mengkaji terkait dengan keberatan yang diajukan. “Masih dikaji. Nanti kalau ada hasilnya akan kami sampaikan,” kata Sujoko.

Menurut dia adanya keluhan terkait dengan hasil rekapitulasi di Desa Kedungkeris tidak akan mengganggu tahapan selanjutnya dalam pilkades serentak di 56 desa. DP3AKBPMD Gunungkidul berencana melantik kades terpilih pada 31 Desember 2019. “Sudah dipersiapkan dan dalam Surat Keputusan Bupati pelantikan dilaksanakan pada 31 Desember. Jadi, apa yang terjadi di Desa Kedungkeris tidak menganggu tahapan pilkades,” katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DP3AKBPMD Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan jajarannya sudah mempersiapkan proses pelantikan kades terpilih hasil pilkades serentak. Secara umum pelaksanaan berjalan dengan aman lancar dan tertib. “Kami selesaikan SK untuk pelantikan,” katanya.

Menurut dia pelaksanaan pilkades serentak ada 40 petahana yang maju. Namun dari hasil pemilihan tidak semua petahana dapat mempertahankan jabatan kades untuk periode 2019-2025. “Yang sukses terpilih kembali ada 23 orang, sedangkan sisanya sebanyak 17 petahana gagal terpilih,” katanya.