Anggaran Droping Air Gunungkidul Dipangkas, Ini Dampaknya
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mencatat pelaksanaan pilkades di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, belum sepenuhnya selesai. Pasalnya, ada calon yang masih mempersoalkan proses perhitungan di salah satu tempat pemungutan suara.
Camat Nglipar, Sukamto, mengatakan hasil pilkades di Desa Kedungkeris sudah ditetapkan. Hanya, penetapan ini masih ada yang menentang karena ada calon yang belum menerima hasil tersebut. “Calon yang kalah ada yang meminta agar dilakukan perhitungan ulang di TPS Kwarasan Kulon,” kata Sukamto kepada wartawan, Senin (9/12/2019).
Menurut dia, permintaan perhitungan ulang sudah diajukan secara resmi. Meski demikian untuk penyelesaian pihak kecamatan tidak memiliki kewenangan karena penyelesaian berada di ranah tim pengawas kabupaten. “Keberatan dan permintaan penghitungan ulang sudah kami sampaikan dan hingga sekarang masih menunggu kelanjutannya,” kata mantan Camat Tepus ini.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan pilkades di Desa Kedungkeris bukan menjadi permasalahan meski ada calon yang belum puas dengan hasil perhitungan. Menurut dia tim pengawas sedang mengkaji terkait dengan keberatan yang diajukan. “Masih dikaji. Nanti kalau ada hasilnya akan kami sampaikan,” kata Sujoko.
Menurut dia adanya keluhan terkait dengan hasil rekapitulasi di Desa Kedungkeris tidak akan mengganggu tahapan selanjutnya dalam pilkades serentak di 56 desa. DP3AKBPMD Gunungkidul berencana melantik kades terpilih pada 31 Desember 2019. “Sudah dipersiapkan dan dalam Surat Keputusan Bupati pelantikan dilaksanakan pada 31 Desember. Jadi, apa yang terjadi di Desa Kedungkeris tidak menganggu tahapan pilkades,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa DP3AKBPMD Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan jajarannya sudah mempersiapkan proses pelantikan kades terpilih hasil pilkades serentak. Secara umum pelaksanaan berjalan dengan aman lancar dan tertib. “Kami selesaikan SK untuk pelantikan,” katanya.
Menurut dia pelaksanaan pilkades serentak ada 40 petahana yang maju. Namun dari hasil pemilihan tidak semua petahana dapat mempertahankan jabatan kades untuk periode 2019-2025. “Yang sukses terpilih kembali ada 23 orang, sedangkan sisanya sebanyak 17 petahana gagal terpilih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Berikut 10 jurusan kuliah dengan prospek kerja menjanjikan di era AI, mulai dari sains data, IT, AI hingga keperawatan dan bisnis.
Empat proyek embung di Sleman masih menunggu proses cleansing lahan oleh Kementerian ATR dan Kementan sebelum izin penggunaan Tanah Kas Desa diterbitkan.
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
Kebiasaan ngemil berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes, kolesterol tinggi hingga penyakit jantung. Simak 13 dampak buruk dan cara mengatasinya.