Tak Ada Duit, Jalur Wisata di Kulonprogo Tak Kunjung Diperbaiki

Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
26 Desember 2019 19:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Keterbatasan anggaran membuat rencana pelebaran jalur wisata Plono-Nglinggo, Kecamatan Samigaluh belum terealisasi. Pemkab Kulonprogo berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa ikut membantu.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan total kebutuhan dana untuk pelebaran jalur tersebut mencapai Rp36,8 miliar. Terdiri dari pembebasan tanah sebesar Rp12 miliar dan pembangunan fisik Rp24,8 miliar.

Besarnya anggaran mengingat jalan sepanjang 3,2 km itu perlu dilebarkan dari yang sekarang 7 meter jadi 14 meter. Pelebaran diperlukan demi memudahkan akses wisatawan menuju obyek wisata seperti Kebun Teh Nglinggo dan Glamping De Loano.

"Saat ini, kondisi jalan menuju kawasan tersebut belum bisa dilewati oleh bus, hanya bisa dilewati roda dua, roda empat dan bus kecil," katanya, Kamis (26/12/2019).

Sutedjo mengaku telah mengajukan permohonan pendanaan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Diharapkan permohonan tersebut dapat dikabulkan sehingga pelebaran bisa dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan terbatasnya anggaran daerah menyebabkan pembangunan jalan wisata tak hanya Plono-Nglinggo, tapi juga obyek wisata lain di kawasan perbukitan Kulonprogo terhambat.

Hal ini sangat ia sayangkan, mengingat obyek wisata di perbukitan berkembang pesat, tapi di sisi lain belum didukung akses jalan yang memadai. Sementara anggaran daerah banyak terkuras untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan-jalan lain. "Oleh karena itu kami berharap pemerintah pusat, dan provinsi bisa membantu percepatan pembangunan jalur wisata di Kulonprogo," ucapnya.