Musim Liburan, Wagub DIY Ingatkan Juru Parkir dan PKL Jangan Picu Kemacetan

Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). - Harian Jogja/ Gigih M. Hanafi
27 Desember 2019 11:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Warga Jogja diimbau untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan luar DIY maupun asing untuk bisa menikmati sejumlah tempat wisata di Jogja selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Sri Paduka Paku Alam X mengatakan juru parkir diharapkan bisa mengatur parkir lebih kondusif sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Karena kemacetan yang terjadi di berbagai titik di Kota Jogja lebih banyak disebabkan karena parkir sembarangan.

Namun, kondisi parkir memang tidak serta merta menjadi penyebab tunggal, sempitnya kondisi jalanan juga turut diperhitungkan sebagai faktor penyebab kemacetan.

“Kepada petugas parkir dan warga tentunya [diharapkan] bisa mengatur parkir dengan lebih kondusif, karena memang keramaian, kemacetan yang ada di Jogja dan sekitarnya lebih banyak diakibatkan karena parkir sembarangan. Tentu memang parkir tidak bisa disalahkan, karena jalan-jalan di DIY kondisinya tidak terlalu lebar, mestinya tidak perlu diperparah lagi dengan parkir sembarangan,” katanya, saat ditemui wartawan di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Kamis (26/12/2019).

Wagub juga menyoroti banyak pengusaha atau pedagang kuliner yang seringkali menimbulkan kemacetan dan banyak menggunakan trotoar. Ia berharap pedagang tersebut memiliki kesepahaman dengan pemerintah dalam rangka memberi akses bagi pejalan kaki sehingga tidak memenuhi trotoar saat berjualan.

“Bagi pengusaha kuliner, pengusaha souvenir dan sebagainya mestinya memiliki kesepahaman bagaimana menggelar usahanya tidak terlalu meluber ke jalan memenuhi trotoar dalam rangka untuk memfasilitasi pejalan kaki. Ini untuk seluruh tempat wisata kuliner di DIY,” ujarnya.