Sejak Ada Bandara, Puskesmas di Perbatasan Kulonprogo-Purworejo Ini Sepi Pengunjung

Komisi IV DPRD meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Temon II, Senin (6/1/2019). - Ist/Dok
07 Januari 2020 00:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Relokasi Puskesmas Temon II dari Jalan Raya Wates-Purworejo km 15, Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon ke Desa Palihan, Kecamatan Temon sejak pertengahan 2018 dirasa Kepala Puskesmas Temon II dr. Isti Alfradiantina memiliki akses jalan yang sulit. Hal itu membuat jumlah pasien menurun.

Hal ini disampaikan Isti kepada Komisi IV DPRD Kulonprogo saat melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas kesehatan itu pada Senin (6/1/2019) siang. Dalam kesempatan ini, kepala puskesmas menyampaikan keluhannya terkait akses jalan yang tidak begitu strategis seperti dulu.

"Dari kunjungan Komisi IV tadi jadi kesempatan kami menyampaikan 'curahan hati' kami di Puskesmas Temon II. Saat ditanya keterbatasannya apa, kami jawab prioritas kami saat ini akses jalan," kata Isti.

Perlu diketahui bahwa sejak November 2017, pelayanan Puskesmas Temon II yang tadinya berada di pinggir Jalan Raya Wates-Purworejo harus dipindah, karena bangunan dan lahannya berada di kawasan izin penetapan lokasi Yogyakarta International Airport. Lokasi puskesmas saat ini menjadi tidak di tepi jalan raya.

Isti menuturkan sejak itu ada penurunan jumlah pasien. Ia menduga, pasien pindah berobat ke Puskesmas Temon I yang terletak di pinggir Jalan Raya Wates-Purworejo. "Mereka [dewan] mau mempelajari, apakah akses jalan bisa dibuka lurus langsung dari Puskesmas ke jalan raya," ujarnya.

Keluhan ini ditanggapi Ketua Komisi IV, Istana yang setuju supaya Puskesmas Temon II dapat lebih terlihat dari jalan raya. "Puskesmas ini merupakan fasilitas kesehatan pertama di perbatasan Kulonprogo-Purworejo, jadi harus dimaksimalkan," kata Istana.

Dalam sidak siang ini, Istana mengapresiasi kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Temon II yang dapat beradaptasi dengan cepat setelah satu tahun direlokasi. Meski begitu, ia memaklumi keluhan kepala puskesmas terkait akses jalan.

"Dari Bu Kepala disebutkan ada penurunan pasien yang dulu 100 orang sehari, sekarang 70 pasien sehari. Hal ini karena puskesmas ini melayani tujuh desa, namun lokasi empat desa di antaranya itu terletak di utara Jalan Raya Wates-Purworejo, sementara lokasi puskesmas di selatan jalan. Rata-rata pasiennya orang sepuh, jadi semakin sulit," kata Istana.

Setelah sidak ini, Komisi IV akan berupaya menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan komisi lain terutama yang membidangi pembangunan. "Kami juga akan komunikasikan dengan eksekutif," ujarnya.