Advertisement
Butuh Rp1,2 Triliun, JEC Akan Dibangun Kampus Internasional, Hotel, & Rumah Sakit
Sejumlah pengunjung melihat scooter yang dipajang dalam kontes Indonesia Scooter Festival 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (22/9/2018). - Harian Jogja/Dok.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan mengembangkan kawasan Jogja Expo Center (JEC) di Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul menjadi pusat ekonomi baru di wilayah Jogja bagian timur. Di lahan seluas sekitar 14 hektare tersebut akan dibangun rumah sakit, kampus internasional, hingga mal dengan nilai investasi antara Rp800 miliar hingga Rp1,2 triliun.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo mengatakan seluruh kawasan JEC yang merupakan lahan milik Pemda DIY akan didesain menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Nantinya akan dibangun hotel, rumah sakit, dan universitas berstandar internasional.
Advertisement
Selain itu dalam perencanaan juga akan dibangun taman sains, taman dan ruang terbuka untuk umum, pusat perbelanjaan dan pusat konvensi kelas dunia. Luas lahannya kawasan sekitar 14 hektare dinilai cukup untuk mewujudkan mimpi tersebut.
“Tetapi membayangkannya jangan dibangun universitas seperti UGM, rumah sakit seperti Sardjito, jangan [jadi tidak harus luas]. Tetapi rumah sakit khusus kanker, lalu universitasnya nanti dikerjasamakan dengan luar negeri, keilmuannya diarahkan ke kedokteran,” katanya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/1/2020).
BACA JUGA
Pria yang akrab disapa BWH ini mengatakan baik rumah sakit dan universitas nantinya saling berkait dan keilmuan lebih diprioritaskan pada fakultas kedokteran, sehingga ada keterkaitan transfer ilmu pengetahuan. Perpustakaan daerah yang saat ini ada bisa menjadi salah satu embrio pendukung akan dibangunnya kampus dan rumah sakit internasional di JEC.
Harapannya melalui universitas kecil yang didirikan itu bisa mencetak pakar kanker sekaligus rumah sakitnya bisa menjadi referensi secara internasional seperti beberapa rumah sakit di Singapura dan Malaysia. “Koneksinya ada perpustakaan internasional ada universitas internasional serta rumah sakit internasional,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Taman Budaya Bantul Segera Dibangun Seusai Lebaran 2026
- DIY Miliki Ribuan Cagar Budaya, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
- Dana Desa Gunungkidul 2026 Bisa Dicairkan, Target Rampung Maret
- Teror BEM UGM Meluas ke Keluarga, Pakar Soroti Pola Terorganisasi
- Disdikpora Bantul Usulkan Revitalisasi SD dan SMP ke Pemerintah Pusat
Advertisement
Advertisement







