Butuh Rp1,2 Triliun, JEC Akan Dibangun Kampus Internasional, Hotel, & Rumah Sakit

Sejumlah pengunjung melihat scooter yang dipajang dalam kontes Indonesia Scooter Festival 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (22/9/2018). - Harian Jogja/Dok.
12 Januari 2020 16:37 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan mengembangkan kawasan Jogja Expo Center (JEC) di Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul menjadi pusat ekonomi baru di wilayah Jogja bagian timur. Di lahan seluas sekitar 14 hektare tersebut akan dibangun rumah sakit, kampus internasional, hingga mal dengan nilai investasi antara Rp800 miliar hingga Rp1,2 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo mengatakan seluruh kawasan JEC yang merupakan lahan milik Pemda DIY akan didesain menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Nantinya akan dibangun hotel, rumah sakit,  dan universitas berstandar internasional.

Selain itu dalam perencanaan juga akan dibangun taman sains, taman dan ruang terbuka untuk umum, pusat perbelanjaan dan pusat konvensi kelas dunia. Luas lahannya kawasan sekitar 14 hektare dinilai cukup untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Tetapi membayangkannya jangan dibangun universitas seperti UGM, rumah sakit seperti Sardjito, jangan [jadi tidak harus luas]. Tetapi rumah sakit khusus kanker, lalu universitasnya nanti dikerjasamakan dengan luar negeri, keilmuannya diarahkan ke kedokteran,” katanya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/1/2020).

Pria yang akrab disapa BWH ini mengatakan baik rumah sakit dan universitas nantinya saling berkait dan keilmuan lebih diprioritaskan pada fakultas kedokteran, sehingga ada keterkaitan transfer ilmu pengetahuan. Perpustakaan daerah yang saat ini ada bisa menjadi salah satu embrio pendukung akan dibangunnya kampus dan rumah sakit internasional di JEC.

Harapannya melalui universitas kecil yang didirikan itu bisa mencetak pakar kanker sekaligus rumah sakitnya bisa menjadi referensi secara internasional seperti beberapa rumah sakit di Singapura dan Malaysia. “Koneksinya ada perpustakaan internasional ada universitas internasional serta rumah sakit internasional,” ujarnya.