Ingin Nyabup di Bantul, Tokoh PKS Kunjungi Gereja Ganjuran

Amir Syarifuddin (tengah) bersama Romo FX Krisno Handoyo (empat dari kiri) di Gereja Ganjuran, Rabu (15/1/2020).-Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
15 Januari 2020 17:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul dipimpin oleh Amir Syarifudin bersilaturahmi ke Dewan Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Rabu (15/1/2020) untuk meminta doa restu terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Amir menjelaskan silaturahmi dilakukan untuk memohon doa restu terkait dirinya yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul serentak tahun ini. Ketika disinggung mengenai keterkaitan kunjungannya hari ini sebagai usaha perluasan penjaringan suara seluruh umat beragama, Amir mengatakan sejak dulu PKS adalah partai terbuka bagi seluruh umat beragama.

"Kami partai terbuka, kendati azas kami Islam, namun kami terbuka bagi seluruh umat beragama. Bahkan di luar Jawa, ada 26 anggota dewan yang berasal dari berbagai agama dan semua bisa berjalan dengan baik," kata Amir.

Amir mengatakan kunjungannya bersama DPD PKS ke Gereja Ganjuran, yang paling utama, adalah untuk merespon maraknya kasus intoleransi yang terjadi di Bantul.

Menurutnya, salah satu cara menurunkan tingkat intoleransi di Bantul adalah dengan menjalin kerja sama pengentasan kemiskinan bersama seluruh tempat ibadah. Sebab dengan hal ini masyarakat akan melihat bahwa satu persoalan akan lebih cepat selesai jika ditangani seluruh umat beragama.

Amir mengatakan tingkat kemiskinan di DIY saat ini, yaitu sebesar 14,6 persen, ditargetkan menurun menjadi 9,5 persen pada tahun 2020. Penurunan angka sebesar 5 persen, menurutnya, merupakan angka yang tinggi dan perlu melibatkan banyak pihak. "Tempat ibadah juga harus ikut berperan. Misalnya dengan pemberdayaan oleh masjid, gereja maupun tempat ibadah lain," kata Amir.

Amir menjelaskan program PKS itu sudah berjalan di Masjid Jogokaryan dengan cara pemberdayaan umat. Yaitu membantu usaha masyarakat berjualan angkringan dan pembagian beras kepada masyarakat yang kurang mampu. Pihaknya juga bekerja sama dengan perkumpulan pendeta gereja se-Asia Pasifik untuk menjalankan program tersebut.

Romo FX Krisno Handoyo selaku Ketua Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran mengatakan pihaknya telah melakukan banyak program peningkatan ekonomi termasuk pengentasan kemiskinan. Pengentasan kemiskinan dilakukan baik dengan bantuan langsung maupun program pemberdayaan umat.

"Kami tidak eksklusif, kami membantu siapapun yang membutuhkan tanpa melihat agamanya. Pepatan 'ojo nganti ono tonggo raiso mangan, ojo nganti tonggo raiso tuku sandang'. Konsep itu kami pegang agar kami terus termotivasi berbuat baik bagi sesamanya," kata dia.