Advertisement
Muncul Petisi Agar Sri Sultan HB II Jadi Pahlawan Nasional, Kraton Jogja Tak Heran
Kraton Jogja. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II diusulkan agar diberi helar pahlawan nasional.
Muncul petisi online di change.org yang mendorong agar Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II dianugerahi gelar pahlawan nasional. Petisi itu dibuat Fajar Poetranto dan menyertakan nama Ketua KB Trah HB II, RAy Leginingsih Redjosudirdjo.
Advertisement
"Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia, masyarakat Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono II dapat dianugerahi sebagai pahlawan nasional RI," tulis Fajar dalam petisi sebagaimana dilihat detikcom-jaringan Harianjogja.com, Jumat (17/1/2020).
Dalam petisi itu, Fajar menuliskan Sultan HB II lahir di lereng Gunung Sindoro pada 7 Maret 1750 dari permaisuri kedua Sri Sultan HB I.
BACA JUGA
"Diberi nama kecil Raden Mas (RM) Sundoro. Masa kecilnya dilalui bersama ibunda, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Kadipaten, di wilayah pengungsian akibat perang melawan VOC. Situasi tersebut kelak membentuk karakter yang keras pada diri Sri Sultan Hamengku Buwono II," tulis Fajar.
Fajar mencantumkan uraian sejarah panjang perlawanan Sri Sultan HB II melawan VOC demi melindungi Keraton Yogyakarta.
"Beliau berupaya menggagalkan pembangunan Benteng Rustenburg inisiatif Komisaris Nicholas Hartingh sejak tahun 1765 dengan cara mengerahkan pekerja dari keraton untuk membangun tembok baluwarti mengelilingi alun-alun utara dan selatan. Tak lupa, untuk meningkatkan pertahanan, sebanyak 13 meriam ditempatkan di bagian depan keraton menghadap ke arah benteng Belanda tersebut," urainya.
Hingga pukul 19.15 WIB petisi tersebut baru ditandatangani 58 orang. Lantas, apa kata kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengenai petisi itu?
"Kraton dalam hal ini tidak ikut-ikut, sebagai lembaga nggak pernah mengusulkan," jelas Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Jatiningrat, saat dimintai konfirmasi.
Romo Tirun, demikian Jatiningrat akrab disapa, tak heran dengan munculnya petisi tersebut. Ia menduga petisi itu dibuat oleh trah Sultan HB II, sebab mereka telah lama mengupayakan agar Sultan HB II dianugerahi gelar pahlawan nasional.
"Tapi kan yang namanya (penganugerahan) pahlawan masih harus dipertimbangkan macam-macam. Bagaimana (kontribusi) ke dalamnya, bagaimana keluarnya. Untuk ke dalam dan untuk ke luar itu harus terlihat dan harus transparan," tuturnya.
"Jadi mengenai masalah penegakan kemanusiaan (si tokoh) bagaimana dan sebagainya itu semestinya juga harus terlihat. Kalau Sultan ke-IX jelas perananya untuk negara dan ke masyarakat itu jelas. Itu orang tahu semua," sambungnya.
Sejauh ini, Romo Tirun bilang belum ada pembicaraan di internal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengenai pengajuan nama Sultan HB II sebagai pahlawan nasional. Ia kembali memastikan bahwa internal Keraton tak tahu menahu mengenai petisi itu.
"Oh (Keraton) nggak (terlibat petisi), tidak akan mempengaruhi apa-apa. (Keraton) sebagai lembaga ya. Wong itu saja sudah sangat dihormati kok, nggak usah (bergelar) pahlawan sebetulnya (tidak masalah)," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Pemkab Gunungkidul Akan Bangun TPR Pantai Senilai Rp2,6 Miliar
Advertisement
Advertisement







