Pakar Kedokteran Jiwa UGM Tak Sepakat Pelaku Klithih yang Masih Anak-Anak Dikriminalisasi

Ilustrasi. - JIBI/Solopos
23 Januari 2020 19:57 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pelajar yang terlibat klithih atau kejahatan jalanan sebaiknya tidak dikriminalisasi. Pasalnya, jika pelaku klithih dikriminalsasi dikhawatirkan akan memperparah aksi kriminal tersebut.

Pakar Kedokteran Jiwa UGM, Carla Raymondalexas Machira, mengatakan pelajar yang diamankan aparat penegak hukum karena terlibat klithih seharusnya ditanyai alasannya melakukan klithih. "Dicari penyebabnya kenapa sampai melakukan klithih," katanya saat dihubungi, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya dengan mengetahui latar belakang pelaku klithih bisa jadi solusi atas maraknya klithih di Jogja.

Carla tidak menampik pelaku klithih biasanya berasal dari keluarga yang tak utuh. Oleh karena itu, mereka mencari pelarian dengan berkumpul bersama teman yang punya pengalaman serupa.

"Yang dikhawatirkan kalau teman-temannya membawa pengaruh negatif yang mendorong mereka untuk berbuat kriminal," ujarnya.

Apabila pelaku klithih memang perlu konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mencari penyebabnya perlu dibantu. Namun juga perlu keterlibatan orang tua dan sekolah.

"Jika sumber persoalan yang membuat mereka melakukan klithih adalah keluarga, ya yang dibina keluarganya," kata dia.

Di sisi lain, jika pelajar merasa gagal saat belajar di sekolah, harus dicari penyebabnya. Sebab, sistem pendidikan di Indonesia secara tidak langsung sudah membentuk stigma bahwa anak yang tidak mengambil jurusan yang kebanyakan dipilih orang, maka dianggap tidak pandai.

"Untuk terlihat menonjol mereka bikin keonaran untuk mencari jati diri tapi caranya salah," ungkap Carla.