Warung Desa Digital Anak Warga Desa Jual Langsung ke Konsumen

02 Februari 2020 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Untuk memenuhi kebutuhannya, warga desa didorong untuk memanfaatkan teknologi. Salah satunya dengan aplikasi karya anak bangsa, Warung Desa yang diproduksi Rumah Sahabat Desa.

CEO Rumah Sahabat Desa (RSD) Teguh Aaron Muir Hendrata mengatakan aplikasi Warung Desa merupakan produk pertama RSD. Aplikasi ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat di desa untuk menjual dan memenuhi kebutuhannya.

"Mayoritas komoditas yang dijual Indonesia berasal dari desa. Tetapi selama ini masyarakat desa belum mendapat keuntungan besar dari hasil produk lokal mereka," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (1/2/2020).

Dia mencontohkan, harga telur puyuh dari petani biasanya dibeli Rp275 per butir namun ketika sampai ke kota (konsumen) harganya sebesar Rp400 per butir. "Ada selisih Rp125 per butir. Jika petani bisa langsung menjual ke konsumen maka ia bisa mendapat keuntungan lebih besar. Pendapatan petani atau warga desa lainnya bisa lebih tinggi," kata Aaron.

Untuk membantu persoalan tersebut, pihaknya menyediakan aplikasi 'Warung Desa'. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk pembayaran pulsa, paket data, listrik, BPJS, PDAM, dan lainnya. Aplikasi ini juga akan dikembangkan sebagai marketplace atau wahana penjualan digital yang menjembatani desa dan kota.

"Juka fitur belanja yang akan kami kembangkan, warga desa nanti bisa membeli produk dari kota dan menjual produk mereka ke kota. Sebaliknya, warga kota bisa langsung membeli produk desa," katanya.

Fitur belanja pasa aplikasiWarung Desa kelak berisi kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat. Saat ini, pihaknya masih menjajaki kerjasama dengan UMKM dan pemerintah daerah untuk bisa mengisi fitur belanja tersebut. "Sudah saatnya masyarakat desa mulai memanfaatkan teknologi untuk mendukung kemudahan kegiatan keseharian, yang pada akhirnya juga menunjang ekosistem perekonomian," katanya.

Dengan aplikasi Warung Desa itu, lanjutnya, masyarakat sudah bisa memanfaatkan teknologi. Seperti kemudahan transaksi, memberikan peluang usaha kepada masyarakat desa dalam usaha keagenan Warung Desa. Tujuannya agar aplikasi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi warga desa.

Tahun ini, pihaknya menargetkan minimal 12 juta transaksi. Semua ini dilakukan untuk membawa kemudahan kegiatan ekonomi ke daerah rural yang sudah dirasakan di masyarakat urban, dan pada akhirnya mendukung ekosistem perekonomian.

"Untuk DIY baru ada satu agen di Gunungkidul. Tetapi kami memiliki sekitar 200 orang lainnya yang sebelumnya sudah kami beri literasi keuangan dalam program Laku Pandai," kata Aaron.

Hingga kini, lanjutnya, RSD sudah membantu perbankan dalam kegiatan literasi keuangan kepada kurang lebih 329.000 peserta, termasuk di dalamnya membantu pengelolaan 144.977 nasabah, dan 2.155 agen. "Kami berharap warung digital ini nantinya menjadi sarana bagi warga desa untuk mampu secara mmandiri membangun ekonominya," harapnya.