Suharsono Bertekad Agar Dukuh di Bantul Dipilih Langsung

Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja - Ist
13 Februari 2020 20:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Bupati Bantul Suahrsono mendukung suksesi pemilihan kepala dusun atau dukuh melalui pemilihan langsung. Bahkan ia akan memperjuangkannya melalui peraturan bupati (Perbub). Hal tersebut untuk meminimalisir persoalan dukungan yang tidak di terima di masyarakat karena kurangnya hubungan sosial.

Suharsono mengatakan keberadaan dukuh di masyarakat bukan hanya kepintaran yang dibutuhkan namun dapat menjaga hubungan sosial. menurut dia banyak orang yang pintar dan lolos dalam seleksi pengisian dukuh, namun pengalamannya di masyarakat masih minim, seperti menghadiri undangan masyarakat, salah satunya memamitkan jenazah.

Selain itu, dukuh juga harus bisa menjadi panutan masyarakat. Ia tidak ingin ada dukuh yang hanya mengandalkan kecerdasan akademisnya, namun kelakuannya di masyarakat justeru bertolak belakang. Padahal dukuh adalah ujung tombak pelayanan di masyarakat, “Ide saya ini akan saya terapkan akan saa buat aturan pemilihan dukuh secara langsung seperti pemilihan lurah,” kata Suharsono, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Kamis (13/2/2020).

Sebelum membuat Perbup, terlebih dahulu pihaknya akan memanggil sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa untuk mendiskusikan teknis pemilihan dukuh secara langsung, “Kalau sudah oke akan disosialisasikan dan dibikin Perbup,” kata dia.

“Kalau ini [pemilihan dukuh secara langsung ]jadi maka akan menjadi contoh satu-satunya daerah di Indonesia yang menyelenggarakan pemilihan dukuh,” ucap Suharsono.

Dorongan pengisian dukuh melalui pemilihan langsung sebelumnya juga disuarakan oleh Paguyuban Kepala Desa Bantul dan Paguyuban Dukuh ‘Pandu’. Alasan pemilihan dukuh langsung juga tidak jauh berbeda, yakni ingin dukuh yang terpilih adalah orang yang benar-benar diharapkan oleh masyarakat di tingkat pedukuhan.

“Pemilihan dukuh secara langsung ini sudah ditunggu-tunggu, ini aspirasi dari 75 desa ingin pemilihan dukuh,” kata Paguyuban Kepala Desa Tunggul Jati Bantul, Ani Widayani.