Kekhawatiran Sultan Jika Merapi Erupsi Besar, Lava Meluncur Lewat “Jalan Tol”

Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Februari 2020 17:02 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja,com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga masyarakat lebih waspada karena tidak ada lagi hutan di sekitar lereng Merapi. Jika ada erupsi skala besar, tidak ada pepohonan yang bisa menghambat laju material dari puncak gunung sehingga luncuran akan lebih cepat.

“Dengan adanya lava tour, berarti tidak ada hutan lagi, jadi nanti kalau lava besar itu keluar ya [seolah-olah] lewat "jalan tol" [bebas dari segala hambatan], karena tidak ada yang menganggu. Ora ming cepet [tidak hanya cepat], [tetapi] banter [sangat cepat]. Jadi batunya ngglundhung ya ora ana sing [batu menggelinding tidak ada yang] menahan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (13/2/2020).

Sultan meminta masyarakat di sekitar lereng Merapi bisa memahami kondisi tersebut sehingga harus meningkatkan kewaspadaan karena saat ini tidak ada lagi hutan seperti sebelum erupsi 2010 silam.

“Itu yang harus dipahami masyarakat Cangkringan. Jadi lebih waspada, harus hati-hati, kalau dulu kan masih ada hutan dan sebagainya, kalau sekarang kan enggak karena untuk lava tour,” ucapnya.

HB X juga menyinggung ketiadaan hutan yang mengurangi pasokan air di lereng Merapi.

“Yang jelas di sana cari air susah, otomatis mata air susah didapat, saya kira begitu. Itu konsekuensi karena memang tidak memungkinkan untuk ada mata air karena tidak ada hutan lagi,” ucapnya.