Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman 25 Mei 2026
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyebut konservasi dan rehabilitasi kawasan lereng Merapi terhambat berkembangnya pariwisata.
Kepala DLHK DIY Sutarto mengatakan setiap tahun, Pemerintah Pusat, Pemda DIY, pemerintah kabupaten, dan masyarakat selalu mengupayakan penghijauan. Sebagai gambaran, kata dia, pada 2019 DLHK mencadangkan bibit 40.000 untuk disebarkan kepada masyarakat se-DIY, termasuk di lereng Merapi. Beberapa mahasiswa KKN juga banyak mengadakan penghijauan di kawasan tersebut.
“Cuma yang jadi persoalan masyarakat terlalu antusias menanam sehingga permohonan bibit kadang justru banyak di musim kemarau [sehingga tidak tumbuh dengan baik]. Kami sudah melakukan pengaturan. Bibit harus ditanam di musim hujan,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (14/2/2020).
Sutarto mengatakan wisata di kawasan lereng Merapi, Sleman berkembang dengan pesat, terutama menggunakan jip. Kendaraan jenis ini bisa menerabas kawasan lereng nyaris dengan medan sulit dan sejumlah titik sungai. Ini menjadi penghambat konservasi hutan.
“Jip senangnya daerah yang terjal menantang. Satu sisi daerah semacam itu mestinya untuk kegiatan rehabilitasi lahan cadangan air atau mendukung kualitas lingkungan yang ada di sana, ini menjadi penghambat,” katanya.
Ia berharap wisata bisa berkembang tetapi tidak mengurangi nilai konservasi dan rehabilitasi. “Yang jelas perlu sinergi antarsektor, Ruang untuk aktivitas wisata, untuk rehabilitasi, dan untuk kegiatan pertanian perlu,” ucapnya.
Di lereng Merapi, menurut dia, ada taman nasional dan kawasan penyangga taman nasional yang berada di bawahnya. Kawasan tersebut sudah cukup hijau dibandingkan dengan sembilan tahun lalu setelah letusan besar 2010.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X khawatir ketiadaan hutan di lereng Merapi menyebabkan lava erupsi akan meluncur kian cepat karena tak ada pohon yang menjadi penahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.