Pojok Baca di Kulonprogo Belum Tingkatkan Minat Membaca

Anak-anak membaca buku di Perpustakaan Sari Ilmu di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Minggu (16/2/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
16 Februari 2020 23:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola Perpustakaan Sari Ilmu di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo kesulitan meningkatkan minat baca di kalangan warga meski sejumlah upaya sudah dilakukan seperti membuat kegiatan sampingan dan menempatkan pojok baca di area kolam renang.

Pengelolaa perpustakaan, Mujiyanti, memaparkan selama ini sudah mengagendakan sejumlah kegiatan untuk peningkatan kunjungan ke perpustakaan yang targetnya juga mengajak masyarakat punya minat baca yang tinggi, antara lain kegiatan mendongeng, senam sehat, kelas tari bahkan membuat prakarya.

Seperti yang dilakukan pada Minggu (16/2), perpustakaan ini membuat kelas prakarya bagi anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar agar berprakarya sembari baca buku yang disediakan. “Lebih dari 30 anak ikut kegiatan kali ini. Semoga hal ini bisa meningkatkan antusias untuk membaca di perpustakaan,” ungkapnya seusai kegiatan, kemarin.

Data terakhir Perpustakaan Sari Ilmu pada 2015 mencatat ada koleksi 4.778 judul buku dengan 7.628 eksemplar. Tak hanya buku anak-anak dengan gambar warna-warni, perpustakaan ini menyasar kalangan dewasa dengan genre buku umum, seperti buku pertanian dan kesehatan. Meski begitu, kunjungan mereka tak signifikan. Kebanyakan orang dewasa sungkan datang untuk membaca.

Padahal, perpustakaan yang sudah berdiri sejak 1990-an ini terus berbenah. Ruangan perpustakaan ini pada 2019 kemarin direnovasi bangunannya dan ditambah koleksi bukunya. Pemerintah Kalurahan Sukoreno selalu menganggarkan dana untuk perpustakaan ini lewat bidang kesejahteraan masyarakat. Pada tahun ini Sari Ilmu mendapat sokongan dana dari kelurahan sebesar Rp13.182 juta untuk pengadaan buku sampai honor pengelola.

Meski begitu, kunjungan pembaca dewasa masih jadi hal langka ke perpustakaan desa. Pengelola menduga warga sungkan lantaran perpustakaan berlokasi di wilayah kantor pemerintahan kalurahan.

Pengelola kemudian berinisiatif meletakkan pojok baca di kolam renang Tirta Amarta yang ada di Kalurahan Sukoreno untuk memperluas jangkauan masyarakat pada akses buku. Namun, tetap saja minat membaca di pojok baca tidak berubah. Warga lebih banyak hanya duduk-duduk saja di sekitaran kolam renang atau justru bermain gawai.

Lurah Sukoreno Olan Suparlan menuturkan berbagai kegiatan di Perpustakaan Sari Ilmu bisa diikuti masyarakat berbagai kalangan. Ia berharap ajakan membaca tak hanya sekadar jadi slogan tetapi benar-benar bisa mengajak masyarakat untuk datang ke perpustakaan.