PILKADES SLEMAN: Gamping dan Depok Daerah Rawan Konflik

Ilustrasi konflik - JIBI
17 Februari 2020 15:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Jelang penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabupaten Sleman 2020, Kepolisian Resor (Polres) SlemanĀ  melakukan pemetaan daerah rawan konflik. Dua kecamatan yakni Gamping dan Depok menjadi daerah rawan konflik saat pilkades yang menggunakan sistem e-voting itu.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengaku sudah menyiapkan jajarannya untuk ditugaskan mengamankan dua wilayah tersebut. "Dari 49 desa mungkin sejauh ini hanya dua wilayah tersebut [Gamping dan Sleman] yang masuk daerah rawan. Lainnya tidak, karena calon dari luar dua wilayah tersebut rata-rata incumbent atau petahana," ujar Kapolres Sleman, Senin (17/2/2020).

"Pengamanan seperti biasa, dari 49 desa nanti akan kami klasifikasikan sesuai dengan tingkat kerawanannya. Kami akan kerahkan personel sesuai dengan tingkatan tersebut, mulai dari aman, rawan, atau sedang, nanti kita sesuaikan," lanjut dia.

Menurutnya, pelaksanaan pilkades secara e-voting maupun konvensional tetap berpotensi menimbulkan konflik. "Pasti ada kerawanan, karena walaupun sekarang sudah bergantung dengan sistem teknologi informasi, pasti saja ada kelemahannya, kita saja nyoblos dengan sistem konvensional masih saja ada masalah, apalagi dengan sistem e-voting seperti ini, kebetulan ini juga pertama kali di Sleman," terangnya.

Jajaran Polres Sleman, lanjut Rizky, sudah melakukan upaya analisis terhadap potensi konflik atau kerawanan yang akan terjadi dalam Pilkades Sleman 2020. "Mudah-mudahan tidak terjadi apa apa, kita akan berupaya untuk meminimalisirnya. Kita sama-sama tidak tahu karena pemilihan secara e-voting baru pertama kali di Sleman," terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sleman Agung Endarto menjelaskan dalam penyelenggaraan agenda Pilkades 2020 ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi lain.

"Kami menggandeng kepolisian dalam hal ini Polres Sleman, Komando Distrik Militer [Kodim] Sleman, Satpol-PP, dan Kesbangpol, kami hanya mengantisipasi, nanti kalau terjadi sesuatu (konflik) nanti ranahnya ada di pihak kepolisian, kami terus meningkatkan koordinasi," tutupnya.