Catat, Pencetakan Massal KTP-El di Balai Kota Jogja Digelar 2 Hari

Penduduk DIY dan sekitarnya mengakses layanan perekaman dan pencetakan KTP-el di kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (20/2). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
20 Februari 2020 19:47 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka mendorong Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), Pemkot Jogja bekerja sama dengan Pemda DIY menggelar perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) massal bagi masyarakat yang berada di DIY dan sekitarnya, di Balai Kota Jogja, Kamis dan Jumat (20-21/2/2020). Sebanyak 2.000 keping blangko KTP-el disiapkan untuk melayani pencekatan massal tersebut.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan selain perekaman, pada kesempatan ini bagi masyarakat yang telah memiliki surat keterangan (suket) atau KTP rusak bisa melakukan pencetakan KTP-el. “Khusus warga Jogja kami juga melayani pencetakan KIA [Kartu Identitas Anak],” ujarnya, Kamis.

Selama dua hari, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.000 keping blangko. Di Kota Jogja, kata dia, dari sekitar 315.000 penduduk, warga yang seharusnya memiliki KTP-el tetapi sampai saat ini belum merekam data dan mencetak KTP-el ada sekitar 2.000 penduduk. “Sudah berusaha kami cari melalui RT-RW tapi sampai sekarang belum ketemu. Apakah problemnya mereka sudah pindah, tidak lagi di Kota Jogja tapi kependudukannya masih terdaftar di Kota Jogja, ini yang baru kami cermati,” ungkpnya.

Kabid Pelayanan Pendaftaran kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jogja, Bram Prasetyo, mengatakan dalam pencetakan KTP-el, dinasnya menerapkan mekanisme daring, yang meliputi pendaftaran dan verifikasi. Akan tetapi karena banyaknya pendaftar, sistem online menjadi crowded dan verifikasi akhirnya dilakukan secara manual.

Dalam kegiatan ini pihaknya menyiapkan tiga alat cetak KTP El, tiga alat cetak KIA dan dua alat perekam. “Alat cetak KIA ada dua unit. Satu dari Pemkot Jogja, satu lagi dari Pemkab Bantul. Alat rekam, satu dari Pusat satu dari Pemda DIY. Karena beralih ke manual, alat cetak KTP-el perlu penyesuaian lagi,” ungkapnya.

Dia mengklaim secara kuantitatif penduduk Kota Jogja merupakan peserta terbanyak dalam kegiatan ini. Itulah sebabnya, jika antrean sudah terlalu banyak, dia menyarankan masyarakat mencetak KTP-el di kecamatan masing-masing. “Di luar kegiatan ini sebenarnya juga bisa, malah tidak perlu antre sebanyak ini,” katanya.