Kepsek Diimbau Lebih Selektif dalam Menyetujui Kegiatan Siswa di Luar Ruang

Anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0732 Sleman bersama anggota Pramuka Saka Wirakartika bermain bersama anak-anak di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kamis (25/10/2018). - Ist
24 Februari 2020 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Meninggalnya 10 siswa SMP N 1 Turi, saat mengikuti kegiatan susur sungai yang digelar sekolah tersebut di Sungai Sempor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman mendapat perhatian banyak pihak, termasuk oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di Bumi Menoreh, Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga telah mengimbau seluruh SMP untuk lebih hati-hati dalam menggelar kegiatan luar ruang. Imbauan itu disampaikan melalui rapat koordinasi yang digelar Disdikpora Kulonprogo.

"Untuk antisipasi, kami sudah lakukan dalam bentuk imbauan, salah satunya dalam rapat koordinasi dengan seluruh kepsek dan guru, kami tekankan yang terjadi di SMPN 1 Turi tidak boleh terjadi di Kulonprogo," ujar Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana, Senin (24/2/2020).

Kepala sekolah juga dituntut untuk lebih selektif dalam menyetujui penyelengaraan kegiatan luar ruang, khususnya yang dilangsungkan di alam bebas. Kegiatan susur sungai seperti yang digelar SMP N 1 Turi boleh saja dilakukan dengan catatan ada pendampingan dari pembina atau pihak lain yang sudah berkompeten di bidang tersebut.

"Kepala sekolah juga harus mengetahui semua program atau Kegiatan Belajar Mengajar [KBM] baik di dalam maupun luar sekolah," ucapnya.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulonprogo, turut merespon tragedi yang dialami para siswa SMP N 1 Turi. Seluruh pembina pramuka di bawah naungan Kwarcab Kulonpogo, diminta untuk selalu menjalankan tugasnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Imbauan kepada kakak-kakak pembina untuk dapat selalu merencanakan sesuai SOP dan mengantisipasi kemungkinan yang perlu diantisipasi terhadap potensi risiko di setiap kegiatan," ucap Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Humas Kwarcab Gerakan Pramuka Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana.