SMA Negeri 1 Playen Gunungkidul Jadi Pilot Project Google Classroom

Siswa kelas XI IPA 2, SMA Negeri 1 Playen menerima pembelajaran dari Tim Google Indonesia, Senin (9/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
10 Maret 2020 20:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Google Indonesia bersama delegasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyambangi SMA Negeri 1 Playen, Senin (9/3). Rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk pemantauan berkelanjutan setelah sekolah tersebut ditetapkan menjadi salah satu pilot project Google Classroom di Gunungkidul.

"Sekolah kami menjadi salah satu pilot project untuk Google Classroom. Sekolah lainnya yang menjadi percontohan yakni SD Negeri 1 Wonosari dan SMP Negeri 1 Karangmojo, kata Kepala SMA Negeri 1 Playen, Aji Pramono, saat ditemui Harian Jogja, Senin.

Aji mengungkapkan pembelajaran yang diterapkan Google Indonesia cukup penting bagi para pelajar. Sebab, para pelajar bisa memahami lebih baik tentang perkembangan ilmu melalui teknologi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. "Melalui kegiatan ini kami membantu program Pemkab Gunungkidul dalam rangka membumikan teknologi digital terutama yang berkaitan dengan pembelajaran," katanya.

Ia menuturkan program bersama Google Indonesia ini mulai dilaksanakan sejak 2019 hingga saat ini dengan harapan siswa bisa lebih terbiasa melakukan aktivitas ataupun pembelajaran melalui teknologi digital.

"Yang tak kalah penting, anak-anak ketika lulus sudah mengerti dengan teknologi informasi komunikasi, sehingga walaupum tidak kuliah anak-anak bisa lebih mudah masuk ke dunia kerja karena kecakapan teknologi yang dimiliki," ujarnya.

Salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Playen, Viki Berlianda, 17, mengapresiasi kerja sama pihak sekolah dan Google Indonesia. Menurut dia, dengan adanya program pengenalan pembelajaram melalui teknologi digital ini para pelajar lebih mudah untuk mengakses informasi yang lebih luas.

"Kalau ada tugas bisa lebih cepat dikerjakan sekaligus bisa aktif bertanya kepada guru. Terpenting lagi tidak menggunakan kertas dan pulpen lagi," katanya.

Dia berharap semua pembelajaran bisa diterapkan melalui teknologi. Sebab, di Gunungkidul terutama di SMA Negeri 1 Playen masih banyak guru yang mengajar secara manual.