Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi sapi/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul dikenal sebagai gudang ternak di DIY. Sayangnya, pakan untuk konsumsi ternak masih sangat bergantung pada pakan alami seperti dedaunan, batang pohon jagung (tebon) hingga jerami. Oleh karena itu, setiap desa diharapkan bisa membuat pakan alternatif untuk mendukung pengembangan produksi ternak.
Kepala Bidang Penelitian Pengembangan dan Pengendalian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan luas wilayah Bumi Handayani sangat mendukung dalam upaya pengembangan peternakan. Dengan lahan yang luas ketersediaan pakan bisa terpenuhi.
Namun selama ini masyarakat masih sangat tergantung pada pakan alami untuk konsumsi ternak. Pola tersebut harus diubah karena pakan yang diberikan tidak optimal untuk budi daya peternakan. “Memang bagus tetapi harus ada inovasi sehingga ternak yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik,” katanya kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).
Untuk memaksimalkan potensi, bahan baku pakan harus melalui sentuhan inovasi sehingga pakan yang diberikan tidak hanya sebatas dedaunan segar, jerami ataupun jenis tanaman lainnya. Menurut dia, upaya optimalisasi budi daya peternakan bisa dilakukan dengan pemanfaatan pakan alternatif melalui proses fermentasi.
Untuk bahan baku tetap menggunakan dedaunan maupun sisa hasil panen pertanian seperti jerami, tebon hingga tanaman kacang tanah. “Dengan fermentasi selain pakan bisa lebih awet dan bisa digunakan kapan saja, selain itu kandungan gizi yang dimiliki lebih tinggi sehingga cocok untuk pakan ternak,” katanya.
Pemkab, menurut Rismiyadi, sejak akhir 2018 mengeluarkan Surat Edaran Bupati No.524/5814 tentang Pengembangan Pakan Alternatif Mandiri untuk Mendukung Budi Daya Peternakan. Satu tahun kemudian tepatnya akhir 2019 upaya pengembangan pakan alternatif diperkuat melalui Surat Edaran Bupati No.520/6986 tentang Stasiun Pakan Isi Ulang Silase Mendukung Ketahanan Pakan Ternak di Gunungkidul. “Harapannya di setiap desa bisa membuat kelompok untuk memproduksi pakan ternak alternatif secara mandiri. Ini yang terus kami sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Upaya pengembangan pakan ternak alternatif sudah dikembangkan di Dusun Buyutan, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Di desa ini melalui Kelompok Ternak Darwis Ayo Angon mengembangkan pakan ramah lingkungan berbahan baku dari dedauan, biji kopra, kulit kopi dan biji sawit untuk konsentrat pakan ternak. “Kami mendapat pendampingan dari UGM,” kata Ketua Kelompok Ternak Darwis Ayo Angon, Doni Fitrianta, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.