1.000 Ton Sampah di Sleman Tak Terangkut Imbas TPA Piyungan Tutup

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 April 2020 11:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANĀ - Penutupan TPA Piyungan untuk sementara waktu akan berdampak pada ribuan ton sampah di wilayah Sleman yang tidak terangkat. Warga untuk sementara diminta mengelola sampah secara mandiri.

Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah mengatakan instansinya telah mengeluarkan surat No.658/0138 sejak 8 April lalu. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pelanggan sampah UPTD jika saat ini sedang ada permasalahan dan dilakukan perbaikan di TPA Piyungan.

Perbaikan di lokasi tersebut membutuhkan waktu antara tiga hingga lima hari sejak surat diterbitkan. Kondisi tersebut menyebabkan UPTD tidak dapat melayani pengangkutan sampah pelanggan sementara waktu ke TPA Piyungan. "Apabila proses perbaikan selesai lebih cepat, kami segera layani kembali [pengangkutan sampah ke TPA Piyungan]," katanya, Sabtu (11/4/2020).

Dijelaskan Restuti, saban hari ada sekitar 200 ton sampah yang diangkut dari wilayah Sleman ke TPA Piyungan. Jika masa perbaikan TPA Piyungan membutuhkan waktu lima hari, katanya maka ada sekitar 1.000 ton sampah pelanggan yang tidak terangkut. Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang dikelola oleh pihak swasta. "Kami mohon maaf atas kondisi ini," katanya.

Dia juga berharap agar masyarakat bisa mengerti kondisi dan memahami persoalan yang terjadi di TPA Piyungan selama ini. Pihaknya juga mendorong agar masyarakat dapat secara bijak mengelola sampahnya, antara lain dengan menerapkan sistem reuse, reduce, recycle. Tujuannya agar volume sampah yang tidak terangkat tidak semakin banyak.

"Kami mohon masyarakat bisa kerja sama. Untuk sementara waktu, sampah ditampung dulu di rumah masing-masing, sampai TPA Piyungan kembali siap menerima sampah," katanya.

Adapun sampah yang sudah terlanjur dibawa oleh jasa-jasa angkut sampah untuk sementara ditampung di transfer Depo sampah masing-masing. Tetapi jasa angkut sampah tetap tidak mengambil sampah dari para pelanggan. Hal ini untuk mengantisipasi penumpukan sampah di Depo. "Untuk itu, kami minta sampah ditampung di rumah masing-masing dulu," katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Fauzan Umar mengatakan perbaikan di TPA Piyungan dilakukan untuk meningkatkan daya dukung lahan. Pihaknya mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki. Jumlah keseluruhan alat berat yang tersedia empat unit buldoser dan dua unit excavator.

"Yang beroperasi hanya dua buldoser dan satu unit excavator. Yang rusak masih dilakukan perbaikan, sparepart masih inden. Karena kondisi wabah Covid-19, upaya perbaikan jadi terhambat," kata Umar.